SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat datang ke rumah duka Sigit Widodo di Jalan Puntadewa, Kota Malang, Jumat (16/2/2024).
Wahyu yang mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga Sigit Widodo, Ketua PPS 20 di Kelurahan Polehan, yang meninggal dunia.
Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026
“Kami menyampaikan duka cita kepada almarhum bapak Sigit Widodo, Ketua PPS 20. Beliu meninggal setelah menjalankan tugasnya, jadi setelah semua dokumen terkirim, kemudian beliau membantu membereskan TPS-nya. Ada beberapa kegiatan setelah itu, lalu beliau ingin mengantarkan keponakannya, lalu beliau meninggal dunia,” ujar Wahyu Hidayat, Jumat (16/2/2024).
Pemkot Malang berencana memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Wahyu menjelaskan, pemerintah akan mempertimbangkan terlebih dahulu bantuan apa yang akan diberikan.
“Kalau bantuan, ada bantuan. Kami akan cek dulu, kami akan koordinasikan dulu,” paparnya.
Wahyu juga menjelaskan, bahwa petugas medis dari Pemkot Malang telah dikerahkan selama pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024.
Bahkan, masing-masing petugas, antara tenaga medis dan panitia di TPS juga memiliki nomor hubung.
Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang
“Kami siaga 24 jam, kalau ada kejadian mendadak siap bertindak, tapi ini kan kejadian sudah selesai. Kami tetap akan kaji lebih jauh,” jelasnya.
Jenazah Sigit disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Puntadewo Raya Nomor 7, Kota Malang, Jawa Timur sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Polehan, Kecamatan Blimbing pada Jumat (16/2/2024).
Salah satu anaknya, Daniel mengatakan, bahwa bapaknya bertugas sebagai petugas KPPS mulai Rabu (14/2/2024) pukul 05.30 WIB, hingga Kamis (15/2/2024) pukul 05.00 WIB.
"Merasa kecapekan waktu mengantar adik saya sama ibu ke sekolah, pagi kemarin (Kamis, 15 Februari 2024)," kata Daniel pada Jumat (16/2/2024).
Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 80 Persen di Momen Nataru
Usai bertugas, Sigit sempat istirahat tidur pada Kamis (15/2/2024) mulai pukul 07.00 WIB pagi hingga 14.30 WIB, siang. Namun Sigit pada pukul 18.30 WIB sempat mengeluhkan tidak kuat, dan ingin pergi ke Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang.
Belum sempat berangkat, Sigit mengalami serangan jantung, dan kemudian dibawa ke RSI Aisyiyah. Pihak rumah sakit menyatakan Sigit meninggal dunia sekitar pukul 19.50 WIB.
"Diagnosanya ayah ini jantungnya berhenti sama gagal nafas, sudah enggak ada saat di perjalanan," katanya. Ml-01/ham
Editor : Moch Ilham