Minyak Merah Sudah Aktif Diproduksi, Kemenkop UKM: Bakal Jadi Role Model Industri Sawit

surabayapagi.com
Ilustrasi minyak makan merah. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi mengatakan, pabrik minyak makan merah sudah mulai aktif diproduksi sejak akhir tahun lalu.

"Dari akhir tahun lalu sudah mulai operasional," jelas Ahmad Zabadi, Rabu (21/02/2024).

Baca juga: Penyelesaian RUU Perkoperasian Dikebut

Ahmad Zabadi mengatakan, untuk pabrik yang sudah beroperasi berada di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan akan melakukan ekspansi ke wilayah Riau. Sedangkan, secara kumulatif hasil produksi minyak yang terbuat dari kelapa sawit tersebut sebesar 7,2 ton, serta masih dipasarkan hanya untuk wilayah sekitar saja.

"Kita lagi mengembangkan di beberapa titik seperti di Riau," ujarnya.

Sehingga, oleh karena itu, pabrik yang dibuat masih berkonsep rencana kecil (mini plan) dan pihaknya tengah mengupayakan untuk menambah jumlah pabrik produksi minyak makan merah di beberapa titik di tanah air.

Baca juga: Kemenkop UKM Tekankan Pejabat Daerah Aktif Turun ke Lapangan

"Tidak ada masalah dan sudah jalan, dan akan kita jalankan lagi di beberapa titik," katanya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, selain mengupayakan ekspansi produksi minyak makan merah, pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap pabrik yang sudah beroperasi agar bisa memberikan dampak yang lebih besar, serta menjadi pabrik percontohan bagi keberlanjutan produksi minyak tersebut.

"Tapi tetap terus melakukan pendampingan untuk bisa diolah lebih besar dan memberikan dampak yang lebih besar dan menjadi role model bagi pengembangan bagi industri sawit," ujarnya.

Baca juga: UMKM Keluhkan PP Kesehatan

Sebelumnya pada 18 Juli 2022, Menkop UKM Teten Masduki mengatakan minyak makan merah merupakan solusi bagi para petani yang selama ini sangat tergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS) kepada industri minyak goreng yang masih terpusat di Jawa.

Menurutnya, dengan adanya harga jual minyak makan merah tersebut, akan lebih murah dibandingkan minyak goreng yang biasa dikonsumsi masyarakat, serta dengan kandungan protein dan vitamin A yang lebih tinggi. jk-04/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru