SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, memberikan perhatian khusus pada Waginem, seorang centenarian yang telah berusia 102 tahun.
Lansia tersebut, diketahui lahir di Jember pada tahun 1922, Waginem kini menjadi salah satu penerima manfaat (PM) tertua di UPT PSTW Pasuruan.
Baca juga: ASN BKKBN Jatim Peduli dan Berbagi: Stunting dan Lansia Jadi Fokus Utama
Dalam ruang perawatan khususnya, Waginem masih menunjukkan semangat dan kesehatan yang membanggakan.
Meski telah dirawat selama 18 tahun di UPT PSTW Pasuruan, ia mengaku bahagia karena mendapat perhatian yang cukup serta memiliki teman-teman sebaya yang membuat hidupnya lebih nyaman.
Diketahui, Waginem sudah tidak punya keluarga lagi. Tapi masih mempunyai rumah. Namun, tidak ia tinggali.
Tidak hanya Waginem, UPT PSTW Pasuruan juga merawat Kusno, seorang PM berusia 86 tahun yang telah dirawat selama 31 tahun. Meskipun mengidap demensia, Kusno tetap menunjukkan kebugaran fisik yang luar biasa.
Menurut Kepala UPT PSTW Pasuruan, Saroni, selain merawat Waginem dan Kusno, di tempat tersebut juga merawat 163 PM lansia lain. Secara total, UPT ini menampung 165 PM.
Ia juga menjelaskan, para lansia itu tinggal di 13 wisma. Setiap wisma yang dinamai dengan berbagai nama bunga tersebut dapat menampung 10 hingga 30 orang di dalamnya. Pihaknya juga memastikan para lansia mendapatkan gizi yang seimbang.
"Kami memastikan gizi seimbang para PM melalui bermacam-macam menu sehat yang kami konsultasikan dengan pihak Puskesmas Pandaan," kata Saroni, dari keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Senin, (27/2/2024).
Baca juga: Tiga Desa Wisata Jatim Borong Gelar di ADWI 2024
"Dapur umum kami menghidangkan menu yang berbeda tiap pagi, siang, dan malam. Setidaknya ada 33 variasi menu untuk menunjang gizi serta menjaga nafsu makan PM lansia," sambungnya.
Saroni menambahkan, bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas perawatan medis, namun juga mencakup bimbingan keagamaan dan keterampilan.
Para PM diajarkan berbagai keterampilan seperti membuat kemoceng, kotak tisu, serta budidaya ikan.
"Kami berupaya memberikan kehidupan yang bermakna bagi para lansia dengan menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan," ungkap Saroni.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jatim TW III-2024 Tertinggi di Pulau Jawa, Tumbuh 1,72 Persen q-to-q
Selain itu, untuk keterampilan bertani dan budidaya ikan. Saroni menjelaskan, pihaknya berencana menambah jenis ikan yang dibudidaya.
Sebelumnya, UPT ini memang sudah mempunyai kolam berisi ikan nila dan mujair. Dia berencana bakal mengisi kolam dengan jenis ikan lele karena mudah perawatannya.
"Lahan sudah ada, untuk bibitnya kami bisa ajukan kerja sama dengan Dinas Perikanan. Sedangkan untuk pakan dari kami. Kedua proyek ini adalah upaya dari UPT yang akan segera kami garap," pungkasnya.
Kendati demikian, dengan dedikasi dan perhatian yang diberikan oleh UPT PSTW Pasuruan, para lansia seperti Waginem dan Kusno dapat menikmati hari tua mereka dengan kualitas hidup yang lebih baik dan bermakna Ain
Editor : Mariana Setiawati