SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Pelabuhan Jangkar yang menjadi penyeberangan antarpulau di Situbondo ditutup sementara. Penutupan pelabuhan ini menyusul terjadinya cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Penutupan penyeberangan Jangkar terhitung sejak hari ini, tepatnya pada Kamis 14 Maret 2024 hingga cuaca membaik.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram
Berdasarkan data dari BMKG Juanda, tinggi gelombang air laut tersebut diperkirakan mencapai antara 1 meter hingga 2 meter dengan kecepatan angin 7 sampai 25 knot.
Pelabuhan Jangkar yang menjadi penyeberangan antarpulau di Situbondo ditutup sementara. Penutupan pelabuhan ini menyusul terjadinya cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Penutupan penyeberangan Jangkar terhitung sejak hari ini, tepatnya pada Kamis 14 Maret 2024 hingga cuaca membaik.
Berdasarkan data dari BMKG Juanda, tinggi gelombang air laut tersebut diperkirakan mencapai antara 1 meter hingga 2 meter dengan kecepatan angin 7 sampai 25 knot.
Baca juga: Sejumlah Hotel di Bondowoso Alami Pembatalan Reservasi Imbas Karhutla Kawasan Ijen
Bukan cuma itu saja, Tri menambahkan bahwa semua aktivitas di pelabuhan penyeberangan Jangkar untuk sementara juga turut dihentikan. Karena hempasan ombak di sekitar pelabuhan juga besar.
"Jika kondisi sudah normal maka akan dibuka kembali. Perkiraan BMKG cuaca ekstrem memang terjadi hingga beberapa hari ke depan," tandas Tri Wahyono.
Baca juga: Warga Situbondo Andalkan Mata Air Berwarna Putih Imbas Kemarau Panjang
Beberapa saat sebelumnya penyeberangan menuju Pulau Madura dan sekitarnya juga sempat mengalami penundaan karena cuaca makin tidak memungkinkan.
Pelabuhan Jangkar Situbondo melayani penyeberangan ke Madura dan pulau-pulau sekitarnya. Di antaranya pulau Sepudi, Raas, serta Kangean. Termasuk ke Lembar, NTB. St-01/ham
Editor : Moch Ilham