SURABAYAPAGI,com, Jakarta - Menjelang akhir pekan di bulan suci Ramadhan, penjualan akan mobil bekas menurun. Hal itu juga turut dipicu minat daya beli masyarakat yang mengendur terlebih untuk kendaraan-kendaraan segmen atas.
Pemilik Handy Autos, Yudha Panggih, mengungkap, meski tidak memiliki kenaikan harga menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri, faktor kecemasan untuk mengantisipasi hal itu menjadi faktor terbesar untuk menahan pembelian kendaraan.
Baca juga: Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik
Dia menduga daya beli masyarakat berkurang dan banyak yang menahan mereka untuk berjaga memiliki kebutuhan pada waktu mendatang.
"Kondisi saat ini kalau untuk dari puasa sampai sekarang menjelang Lebaran itu cenderung ada penurunan dibandingkan bulan sebelumnya," ucap Yudha, Selasa (02/04/2024).
Baca juga: Kapolres Gresik Tinjau Pasar Jelang Lebaran, Pastikan Stok Bahan Pokok Terkendali
Salah satu bukti penurunan adalah tidak banyak konsumen yang mendatangi showroom mobil bekas yang berada di kawasan bursa otomotif mobil bekas di Blok M Square, Jakarta Selatan.
Padahal, masih menurut Handy Autos, yang menjajakan jualan kendaraan mereka di platform digital, mencatat sebelum Ramadhan, mereka bisa menjual hingga 30 unit mobil bekas dalam sebulan.
Baca juga: Mohon Maaf Lahir Bathin
"Rata-rata itu kita biasanya hampir 30 unit setiap bulannya, memang sampai saat ini baru sekitar di bawah 15 unit saja yang keluar," tutur Yudha.
Sehingga untuk mengantisipasi penurunan penjualan, berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan melalui berbagai platform digital dinilai memberikan ruang positif untuk bisa meningkatkan penjualan kendaraan bekas. jk-05/dsy
Editor : Desy Ayu