SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Peluang menjadi Ketua DPRD Magetan terbuka lebar bagi seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif. Posisi tersebut akan menggantikan Suratno yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokok pikiran (pokir) DPRD tahun anggaran 2020–2024.
Direktur Statiska Indonesia, Nu’man Iskandar, menyebut proses penentuan Ketua DPRD sepenuhnya menjadi kewenangan internal partai berlambang bola dunia tersebut.
“Semua kader PKB yang saat ini menjadi wakil rakyat berpotensi menjadi Ketua DPRD, selama mendapat restu dari partai,” ujar Nu’man, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, mekanisme pemilihan harus mengedepankan prinsip demokrasi yang sehat dengan mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman, serta kemampuan menyerap aspirasi masyarakat.
Saat ini, terdapat delapan kader PKB di DPRD Magetan yang dinilai memiliki peluang, di antaranya:
Dwi Heruyanto, anggota dewan empat periode (2009–2029), tergolong senior. Namun masih berpotensi terseret pemeriksaan lanjutan terkait kasus pokir.
Nur Wakid, juga empat periode (2009–2029), namun kini tengah dalam proses PAW.
Kelvin Kusumawardhana, anggota baru periode 2024–2029, berusia 26 tahun dan merupakan putra Suratno.
Andri Wahyu, anggota baru usia 29 tahun.
Agus Dwi, pengusaha kasur, anggota baru periode 2024–2029.
Riyin Nur Asiyah, pengusaha transportasi, anggota baru.
Anton Sholihin, pengusaha SPBU, dua periode (2009–2014 dan 2024–2029), tergolong senior.
Dari profil tersebut, publik dinilai dapat menilai kapasitas masing-masing kandidat.
Nu’man juga menyoroti dinamika jelang penentuan Ketua DPRD yang mulai diwarnai berbagai manuver politik. Sejumlah pihak, kata dia, mulai “menjual” citra diri dengan membangun narasi yang terkesan ideal.
ia menambahkan Dengan membuat riwayat hidup mereka tampak seperti brosur pinjaman lembaga keuangan. Rapi menjanjikan, tapi terkadang terlalu bersih. Isu-isu seperti merakyat, UMKM, PAD, pariwisata hingga infrastruktur kembali diangkat untuk menarik simpati publik.
Di akhir pernyataannya, Nu’man mengingatkan pesan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar agar kader tidak bergantung pada figur semata.
“Kader PKB harus bertumpu pada struktur yang modern, solid, dan dipimpin oleh sosok yang kompeten,” pungkasnya.Mdn
Editor : Redaksi