Pemkot Surabaya Kebut Pengerjaan Estetika Kota Lama 

surabayapagi.com
Pengerjaan estetika kawasan Kota Lama dikebut sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024. SP/SURA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih terus mengebut pengerjaan estetika kawasan Kota Lama sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah menyebut, supaya pembangunan selesai sesuai target, sejumlah aktivitas wisatawan bakal dibatasi sementara waktu.

Baca juga: Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

“Kota lama masih dibangun, kami batasi dulu yang mau ke sana, nanti Pak Wali Kota maunya awal Juni (diresmikan),” kata Hidayat, Jumat (19/4).

Dia menjelaskan pengerjaan yang dikebut yaitu menciptakan estetika kawasan yang dikonsep meniru Eropa, dengan melengkapi bangunan-bangunan tua yang masih ada di sana.

“Jadi nanti seperti cobblestone (batu berangkal) sebenarnya untuk seperti Eropa, jalannya pakai batu itu untuk memperlambat (laju) orang, juga estetikanya (supaya) lebih kelihatan,” ucapnya.

Baca juga: Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Sisanya, lanjut Hidayat, akan disiapkan tenant food and beverage (FnB) untuk melengkapi destinasi wisata jika sudah dirombak.

Ke depan, dia ingin menciptakan zona khusus FnB, selain yang ada di pinggir atau tepi jalan.

“Pinggir jalan, mereka untuk usaha, kita ada spot tertentu di Jalan Meliwis dan segala macam,” imbuhnya.

Baca juga: Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M

Untuk itu, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Dishub Surabaya soal rencana pengaturan rute transportasi umum Suroboyo Bus dan Feeder Wira-Wiri yang akan dilewatkan kawasan tersebut. Tujuannya, tentu untuk memudahkan akses wisatawan.

“Jeep juga akan keliling, mulai dari Kantor Pos Kebon Rojo, ke Pecinan dan Ampel,” tandasnya.sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru