SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih terus mengebut pengerjaan estetika kawasan Kota Lama sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah menyebut, supaya pembangunan selesai sesuai target, sejumlah aktivitas wisatawan bakal dibatasi sementara waktu.
Baca juga: Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
“Kota lama masih dibangun, kami batasi dulu yang mau ke sana, nanti Pak Wali Kota maunya awal Juni (diresmikan),” kata Hidayat, Jumat (19/4).
Dia menjelaskan pengerjaan yang dikebut yaitu menciptakan estetika kawasan yang dikonsep meniru Eropa, dengan melengkapi bangunan-bangunan tua yang masih ada di sana.
“Jadi nanti seperti cobblestone (batu berangkal) sebenarnya untuk seperti Eropa, jalannya pakai batu itu untuk memperlambat (laju) orang, juga estetikanya (supaya) lebih kelihatan,” ucapnya.
Baca juga: Targetkan 250 Emas di Porprov Jatim 2027, Pemkot Gembleng 1.200 Atlet Surabaya
Sisanya, lanjut Hidayat, akan disiapkan tenant food and beverage (FnB) untuk melengkapi destinasi wisata jika sudah dirombak.
Ke depan, dia ingin menciptakan zona khusus FnB, selain yang ada di pinggir atau tepi jalan.
“Pinggir jalan, mereka untuk usaha, kita ada spot tertentu di Jalan Meliwis dan segala macam,” imbuhnya.
Baca juga: Fenomena Tutupan Awan, BMKG: Suhu Udara Lebih Dingin Saat Malam di Surabaya
Untuk itu, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Dishub Surabaya soal rencana pengaturan rute transportasi umum Suroboyo Bus dan Feeder Wira-Wiri yang akan dilewatkan kawasan tersebut. Tujuannya, tentu untuk memudahkan akses wisatawan.
“Jeep juga akan keliling, mulai dari Kantor Pos Kebon Rojo, ke Pecinan dan Ampel,” tandasnya.sb/ana
Editor : Mariana Setiawati