3 WNA Pasang Instalasi Mariyuana Hidroponik Otomatis di Bali

Reporter : Jaka Sutrisna
Instalasi Mariyuana Hidroponik Otomatis di Bali

SURABAYAPAGI.com, Denpasar - Mabes Polri dan Bea Cukai membongkar dua laboratorium rahasia (clandestine lab) narkoba di sebuah villa kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali. Hingga hari Minggu (5/5/2024), kata sumber di Dirnarkoba Bareskrim Polri, baru 3 tersangka yang ditahan. Pihaknya masih mengembangkan jaringan ini.

Vila ini dijadikan sebagai clandestine lab narkoba kimiawi dan organik. Clandestine labini dilengkapi dengan peralatan canggih. Jaringan Warga Negara Asing (WNA) itu membuat instalasi mariyuana hidroponik dengan sistem otomatis hingga pencahayaan menggunakan sinar ultraviolet(UV).

Baca juga: Gubernur-Wagub Berkonflik, Ijazah Wagub Diusik

"Instalasi mariyuana hidroponik ini dengan sistem otomatis mesin pengatur air, suhu dan sinar UV elektronik. Tersangka tiga orang WNA semua," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa , Sabtu (4/5/2024).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengakui baru menangkap tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. "Tersangka tiga orang WNA semua," kata Brigjen Mukti Juharsa.

Penggerebekan tersebut dipimpin Brigjen Mukti Juharsa dan Kasubdit 3 Dittipid narkoba Bareskrim Polri Kombes Suhermanto.

Baca juga: Enam Sindikat Peredaran Narkoba Rp 60 Miliar Ditangkap di Konser DWP

Kini, penyidik Bareskrim Polri masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga WNA tersebut membuat dua clandestine lab sekaligus dalam vila tersebut. Hal ini merupakan kali pertama terjadi di Indonesia.

Baca juga: Kapolri Temukan Bekas Gergaji Mesin pada Kayu

Selama ini, clandestine lab narkoba berdiri sendiri. Namun di vila ini, tiga WNA tersebut membuat laboratorium hidroponik dan kimiawi sekaligus dalam satu tempat. Dia belum membeberkan identitas maupun asal dan peran para WNA tersebut.

Dia hanya mengatakan jika laboratorium rahasia narkoba tersebut memproduksi ganja dan ekstasi. "Nanti lengkapnya tunggu rilis ya. Masih dikembangkan juga," ujar Mukti. erc/jk/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru