SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Panen raya padi di area persawahan di Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Ponorogo mendongkrak sektor lumbung pangan nasional dan menjadi yang terbesar di Jawa Timur (Jatim).
"Di Ponorogo ada sekitar 20 ribu hektare sawah yang sudah memasuki masa panen di dua bulan terakhir, diproyeksi dalam masa panen ini dapat menghasilkan sebanyak 91 ribu ton gabah kering," kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Baca juga: Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026
Sebenarnya, area persawahan tersebut awalnya merupakan bekas lahan kering dengan luas 60 hektar, yang diolah lagi bersama Pemkab Ponorogo, Korem 081 Dhirotsahajaya dan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Melonjak Tembus Rp 78 Ribu per Kg
Sementara itu, diketahui Kabupaten Ponorogo memiliki lahan pertanian dengan luas total 35 ribu hektare. Sebanyak 15 ribu hektare sudah menerapkan irigasi teknis. Sementara sisanya, 20 ribu hektare merupakan sawah tadah hujan.
Oleh karenanya, pihaknya terus berupaya membuat produktivitas pertanian terjaga dan pengairan lancar. Pemkab pun membuat program 250 sumur dalam di APBD 2021-2024. Saat ini pun, sudah ada 190 sumur dalam yang terpenuhi.
Baca juga: Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total
"Ke depan kami dorong yang tadah hujan 20 ribu hektare bisa selesai dengan sumur dalam," Dengan lahan yang luas, produktivitas gabah pun juga tinggi. Dalam setahun, panen pun bisa dilakukan sampai 4 kali. Kita panen raya di desa yg indeks pertanian (IP) 4 kali dalam panennya," ujarnya. png-01/dsy
Editor : Desy Ayu