SURABAYAPAGI, Jakarta - Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar mengatakan perlunya dukungan masyarakat sekitar terhadap orang-orang yang mengalami depresi, sehingga mencegah mereka menyakiti dan bunuh diri.
Belajar dari kasus di Penjaringan, Jakarta Utara, butuh kewaspadaan untuk melakukan pencegahan yang melibatkan peran serta masyarakat. Ketika ada tanda-tanda orang mengalami depresi, maka disarankan untuk berkonsultasi. "Kalau ada keluarga-keluarga yang perlu dukungan untuk menguatkan keluarga itu, harusnya dilakukan," kata Nahar.
Baca juga: Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono
Nahar juga meminta pihak kepolisian untuk mendalami motif kasus semacam itu. Karena belajar dari kasus-kasus lain di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta, motifnya beda-beda. Dari ekonomi, ideologi, sampai motif lainnya.
Baca juga: Pria di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu
"Dan itu masalah yang berpotensi dihadapi keluarga-keluarga," kata Nahar.
Baca juga: Wanita Diduga ODGJ Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Ditemukan Tewas
Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas pria berinisial AE (50), perempuan berinisial AIL (52), anak laki-laki berinisial JWA (13), dan anak perempuan berinisial JL (16), tewas usai melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan Tower Topas, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/3).hlt/ana
Editor : Mariana Setiawati