Tempuh 39 Km Perjalanan, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Rusak Parah

surabayapagi.com
Xiaomi SU7 Rusak Total Setelah Dipakai 39 Km. SP/ Carnewschina

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mobil listrik Xiaomi SU7 baru-baru ini viral usai mengalami kerusakan yang parah usai menempuh jarak 39 km. Bahkan, masalah dari mobil listrik ini benar-benar tidak bisa diperbaiki.

Padahal, mobil buatan pabrikan China tersebut sejak 3 April 2024 terus mengalami peningkatan popularitas di dunia. Bahkan, pemesanan untuk roda empat bertenaga baterai asal Cina tersebut, mendapatkan banyak pemesanan.

Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan

Penjualan mobil listrik pertama dari Xiaomi, SU7 diklaim 3 sampai 5 kali lebih tinggi dari yang diharapkan. Bahkan, model ramah lingkungan asal China ini, sudah dilakukan pengiriman, dan lebih cepat dari jadwal.

Disitat dari Carnewschina pada Selasa (14/05/2024), detail terkait kerusakan Xiaomi SU7 ini memang belum terungkap. Tapi yang pasti, sang pemilik mobil, Wen merupakan pembeli awal model ramah lingkungan ini, dan menunggu selama lebih dari sebulan untuk mendapatkan unitnya.

Diketahui, awal mula insiden tersebut terjadi pada 6 Mei 2024, sang pemilik mengunggah video di platform media sosial, yang mengatakan bahwa Xiaomi SU7 miliknya rusak saat bepergian dengan kecepatan tinggi tepat setelah meninggalkan toko 4S dan telah menempuh jarak 39 kilometer.

Baca juga: Lewat Rally Dakar 2026, Motul Tegaskan Kualitas Pelumas Kelas Dunia di Ajang Reli Off-road Paling Ekstrem dan Menantang

Dalam video memperlihatkan mobil yang diparkir di bahu jalan dengan lampu peringatan berkedip. Sedangkan layar infotainment, muncul peringatan mobil akan berhenti, harap menepi dengan aman dan hubungi pusat layanan online. Kemudian pesan tersebut berubah menjadi sistem penggerak rusak dan tidak dapat digeser.

Pusat Pengiriman Xiang'an, yang menerima keluhan dari Tuan Wen, mengonfirmasi bahwa mereka tidak dapat menentukan penyebab pasti kerusakan yang dialami oleh Xiaomi SU7 tersebut. Bahkan, setelah upaya perbaikan, mobil itu masih tetap tak berfungsi dan harus dikirim ke pabrik untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Tidak hanya itu, sebelum insiden ini, Xiaomi SU7 telah menjadi sorotan karena masalah kualitas yang terjadi. Salah satunya adalah ketidakmampuan fungsi Autonomous Emergency Braking (AEB) untuk beroperasi pada kecepatan di atas 135 km/jam, yang diklaim oleh Xiaomi akan diperbaiki melalui pembaruan perangkat lunak secara daring (OTA).

Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat

Xiaomi yang telah mencatat penjualan yang mengesankan dalam pasar kendaraan energi baru untuk mobil dengan harga di atas 200 ribu yuan (sekitar Rp 444 juta). Dengan insiden ini, mereka dihadapkan pada tantangan untuk menjaga reputasi dan kualitas produknya di masa depan. 

Selain itu, layanan pelanggan perusahaan juga sedang berupaya menegosiasikan pengembalian dana dan kompensasi atas biaya yang telah dikeluarkan oleh Tuan Wen. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru