Heboh! Polemik Aturan Nisan 'Dicoret Tanda Silang Merah' di TPU Kludan Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan nisan di TPU Kludan Sidoarjo dicoret petugas desa setempat. SP/ SDA
Penampakan nisan di TPU Kludan Sidoarjo dicoret petugas desa setempat. SP/ SDA

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Baru-baru ini warga di sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dihebohkan dengan temuan puluhan hingga hampir seratus batu nisan atau kijing makam di TPU tersebut yang diberi tanda silang merah.

Adanya penemuan tersebut tentu membuat sejumlah warga sekitar protes hingga viral di media sosial (medsos). Ternyata, setelah ditelusuri terkait tanda tersebut berkaitan dengan aturan dalam Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur penggunaan dan ukuran batu nisan di makam. Namun, cara penandaan yang dilakukan tanpa sosialisasi lebih dulu dinilai memicu kesalahpahaman dan menyinggung perasaan sebagian warga.

Pasalnya, tanda silang merah pada sejumlah batu nisan di TPU Desa Kludan disebut berkaitan dengan aturan desa yang mengatur penggunaan kijing makam, di mana dalam ketentuan tersebut kijing disebut hanya diperbolehkan bagi tokoh ulama atau orang yang dianggap saleh.

Tentu saja, terkait aturan tersebut kemudian menjadi sorotan warga karena dinilai berpotensi menimbulkan tafsir bahwa tidak semua orang layak menggunakan kijing di makamnya. Salah satu warga Desa Kludan, Fita, mengaku keberatan dengan aturan tersebut karena dinilai dapat menyinggung perasaan keluarga yang ditinggalkan.

"Kalau dibilang batu nisan hanya untuk ulama dan orang saleh, berarti orang tua kami yang dimakamkan itu dianggap bukan orang saleh? Ya jelas banyak yang tersinggung," kata Fita, Jumat (13/03/2026).

Dalam pembahasan yang dilakukan sebelumnya di tingkat warga, disebutkan bahwa ukuran batu nisan yang diperbolehkan tidak boleh melebihi 40 sentimeter. Ketentuan ini dimaksudkan agar bentuk makam di TPU Desa Kludan lebih seragam serta tidak terlalu besar dibanding makam lainnya.

Namun, banyak makam yang sudah terpasang kijing dengan ukuran lebih besar dari ketentuan tersebut sehingga kemudian diduga diberi tanda silang merah sebagai penanda agar suatu saat dapat diperbaiki oleh pihak keluarga. Dan setelah viral di medsos, banyak warga kemudian mendatangi TPU untuk memastikan kondisi makam keluarganya, dan sebagian di antaranya mendapati nisan makam keluarganya ikut diberi tanda. Warga yang protes pun berharap aturan tersebut dapat dikaji ulang agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. sd-01/dsy

Berita Terbaru

HUT KORPRI dan PGRI, Pemkot Mojokerto Gelar Beragam Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

HUT KORPRI dan PGRI, Pemkot Mojokerto Gelar Beragam Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

Selasa, 03 Nov 2026 10:32 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT ke - 81 Persatuan Guru Republik…

Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, Mbak Wali Ajak Anak PAUD Belajar Sambil Bermain

Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, Mbak Wali Ajak Anak PAUD Belajar Sambil Bermain

Selasa, 03 Nov 2026 09:41 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Mengenalkan cara menjaga keselamatan diri saat terjadi bencana perlu dilakukan sejak usia dini. Melalui kegiatan PAUD Sigap (Siap,…

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari banjir lahar h…

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Komisi E DPRD Jawa Timur menilai komposisi anggaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim dalam Rancangan A…

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…