Teknologi Pendidikan UNESA Beri Pelatihan Video Interaktif di SDN Manukan Kulon Surabaya

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam mendukung transformasi kurikulum UNESA, program studi Teknologi Pendidikan bergerak merekognisi hasil perkuliahan di kampus pada masyarakat, yaitu lembaga sekolah.

Pengimplementasian mata kuliah Pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan di semester 4 dalam bentuk projek pelatihan. Mahasiswa berlatih perancangan dan pengimplementasian pelatihan.

Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan

Kegiatan implementasi ini diharapkan mahasiswa akan mendapatkan keterampilan berkomunikasi, pemecahan masalah, dan kepercayaan diri serta tumbuh jiwa edutechnopreneur.  Pelaksanaan pelatihan oleh mahasiswa prodi  Teknologi Pendidikan  di SDN Manukan Kulon Surabaya.

“Pelatihan pengembangan video interaktif sangat membantu peningkatan kompetensi guru di era digital,” ujar Bapak Abdul Khaliq, S.Pd sebagai Kepala sekolah.

Baca juga: Salurkan Bantuan ke Hargodadali, Forwan Surabaya Dorong Perhatian terhadap Lansia

Ibu Dra Sri Khotami, M.M, juga setuju dengan pernyataan kepala sekolah. “ Sinergi antara UNESA, khususnya prodi Teknologi Pendidikan, sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

“Kegiatan ini harus tetap dilanjutkan dan kita menunggu di sekolah binaannya,” lanjutnya.

Bu Ana Sovia, guru SDN Manukan Kulon menyatakan sangat terbantu dalam pengembangan kompetensi terkait digital oleh para mahasiswa Teknologi Pendidikan UNESA. “Kami berharap selalu terjalin kerja sama dalam bentuk pelatihan dan penelitian,”ungkapnya. 

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Sementara itu, Dr. Fajar Arianto, M.Pd sebagai dosen pengampu mengatakan kegiatan proyek mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan softskill mahasiswa dalam mengimplementasikan keilmuannya.

“Mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan memiliki hubungan yang baik dengan stakeholder dan mengetahui secara nyata kondisi yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat menentukan metode pelatihan yang tepat,” katanya.

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru