SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - BPBD Jatim mengatakan bulan Juni ini Jatim sudah masuk musim kemarau. Ada sejumlah daerah di Jatim yang menjadi langganan kekeringan selama musim kemarau.
"Ada sejumlah daerah biasanya langganan kekeringan. Itu berdasar data kami sepanjang 5 tahun terakhir," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, kemarin.
Gatot menyebut daerah rawan kekeringan yakni di Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Trenggalek, Bondowoso, hingga Bojonegoro.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pamekasan Bangun SPAM di 73 Titik
BPBD Jatim, kata Gatot kini tengah mendata kembali daerah rawan kekeringan dalam tiga kategori. Pertama kategori kering kritis ialah sebuah pemukiman warga yang berjarak lebih dari 3 km dari sumber air.
Untuk kategori kering langka, jarak pemukiman warga dengan sumber air yakni 0,5 km hingga 3 km. Lalu untuk kering langka terbatas, jarak pemukiman warga dengan sumber air yakni 0,1 km sampai 0,5 km.
Berdasarkan data tahun 2023, kekeringan di Jatim melanda 23 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kering kritis.
Baca juga: Waspada Kemarau, BPBD Ponorogo Petakan 18 Desa Rawan Kekeringan
"BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten/kota menyiagakan untuk pengiriman air bersih mengantisipasi kekeringan, terutama untuk wilayah yang masuk kategori kering kritis," jelasnya.
"Sekarang juga teman-teman balai besar wilayah sungai menyiapkan tempat-tempat penampungan air untuk membantu sektor pertanian," tambahnya.
Baca juga: Kekeringan Kian Meluas, BPBD Probolinggo Distribusikan Air Bersih ke 12 Desa
Gatot meminta warga pro aktif untuk melapor ke BPBD setempat jika terjadi kekeringan. BPBD memastikan akan memberi dropping air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
"Kami harap warga juga untuk aktif melapor ke BPBD setempat, karena sudah disiapkan posko di masing-masing kabupaten/kota mengantisipasi kekeringan," ujarnya.sb/ana
Editor : Mariana Setiawati