SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - BPBD Jatim mengatakan bulan Juni ini Jatim sudah masuk musim kemarau. Ada sejumlah daerah di Jatim yang menjadi langganan kekeringan selama musim kemarau.
"Ada sejumlah daerah biasanya langganan kekeringan. Itu berdasar data kami sepanjang 5 tahun terakhir," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, kemarin.
Gatot menyebut daerah rawan kekeringan yakni di Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Trenggalek, Bondowoso, hingga Bojonegoro.
Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi
BPBD Jatim, kata Gatot kini tengah mendata kembali daerah rawan kekeringan dalam tiga kategori. Pertama kategori kering kritis ialah sebuah pemukiman warga yang berjarak lebih dari 3 km dari sumber air.
Untuk kategori kering langka, jarak pemukiman warga dengan sumber air yakni 0,5 km hingga 3 km. Lalu untuk kering langka terbatas, jarak pemukiman warga dengan sumber air yakni 0,1 km sampai 0,5 km.
Berdasarkan data tahun 2023, kekeringan di Jatim melanda 23 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kering kritis.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan Puluhan Tandon Air Bersih
"BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten/kota menyiagakan untuk pengiriman air bersih mengantisipasi kekeringan, terutama untuk wilayah yang masuk kategori kering kritis," jelasnya.
"Sekarang juga teman-teman balai besar wilayah sungai menyiapkan tempat-tempat penampungan air untuk membantu sektor pertanian," tambahnya.
Baca juga: Dukung Target LTT Jatim, Pemkab Banyuwangi Gelar Percepat Tanam Padi 672 Hektare
Gatot meminta warga pro aktif untuk melapor ke BPBD setempat jika terjadi kekeringan. BPBD memastikan akan memberi dropping air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
"Kami harap warga juga untuk aktif melapor ke BPBD setempat, karena sudah disiapkan posko di masing-masing kabupaten/kota mengantisipasi kekeringan," ujarnya.sb/ana
Editor : Mariana Setiawati