SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hotman Paris, kini membangun W Super Club di kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) Makassar. Alhasil memantik para warga di Makassar. Mereka melakukan aksi turun ke jalan.
"Pernyataan Hotman Paris bukan saja ucapan zalim tapi mengandung ajakan untuk bermaksiat sampai akhir zaman. Ajakan untuk selalu melakukan dosa, ajakan ke neraka bersama-sama sambil menabung di THM yang diresmikannya," kata orator aksi Aliansi Suku Makassar, Senin (3/6/2024).
Baca juga: Hotman Paris Merajuk ke Presiden, Ingin Pembuktian Terbalik
DW Superclub terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar dan digadang-gadang bakal menjadi pusat tempat hiburan terbesar di Kota Daeng.
Lokasi W Super Club ini juga tak terlalu jauh dari Universitas Ciputra.
W Super Club ini berada tepat di depan Business Park di CPI Makassar. Jarak W Super Club dengan Masjid 99 Kubah Asmaul Husna berkisar 1,8 kilometer dengan waktu tempuh berkendara kurang lebih 6 menit.
Saat berdiri tepat di depan W Super Club, logo dan bangunan Universitas Ciputra dapat dilihat dengan sangat jelas. Begitu juga dengan gedung Wisma Negara milik Pemprov Sulsel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari W Super Club.
Cabut Izin Usaha Hotman
Aliansi ini minta segera dicabut izin operasinya usaha Hotman Paris. Ini dipicu pernyataan Hotman Paris yang menyinggung adat istiadat Bugis-Makassar.
Minggu ini beredar video pembukaan W Super Club. Di video ini terlihat Hotman bersama sejumlah wanita tengah berdansa bersama sambil mengajak wanita lainnya yang ada di Makassar untuk ikut bergabung menjadi asisten pribadi (aspri) pengacara kondang tersebut.
"Saya mengajak para wanita untuk berdansa. Saya tidak ada maksud apapun untuk melecehkan wanita-wanita Makassar atau wanita-wanita Bugis," ungkapnya.
Pengacara Hotman Paris meminta maaf atas ucapannya yang dianggap tidak sesuai dengan adat istiadat Bugis-Makassar sewaktu membuka W Super Club di kawasan Center Point Of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Saya Hotman Paris memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada ketersinggungan akibat kata-kata saya pada waktu peresmian W Super Club di Makassar," kata Hotman dalam videonya, Jumat (31/5)
Baca juga: Pengacara Tidak Takut Dituntut Dua Tahun
Penjelasan Penjabat Gubernur Sulsel
Penjabat Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh sebelumnya mengatakan bahwa izin operasi W Super Club milik Hotman Paris di kawasan CPI hanya izin bar.
"W Super Club izinnya untuk bar. Bukan untuk dansa, tari-menari, night club. Tidak ada itu," kata Prof Zudan dalam keterangan tertulisnya.
Zudan menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerbitkan izin diskotek maupun kelab malam W Super Club yang saat ini menuai kontroversial di masyarakat.
"Selama saya jadi Pj Gubernur, akan saya jaga tidak akan terbit izin untuk diskotek," tegasnya.
W Super Club izinya untuk bar. Bukan untuk dansa, tari-menari, night club. Tidak ada itu!. Selama saya jadi Pj Gubernur akan saya jaga tidak akan terbit izin untuk diskotek," tegas Prof Zudan usai Ngaji Bareng Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid 99 Kubah, semalam.
Baca juga: Hotman Paris Bela Nadiem, Dicemes Menteri Imipas
KAHMI Kota Makassar
Gelombang penolakan akan kehadiran Tempat Hiburan Malam (THM) W Super Club di kawasan CPI Makassar kian bertambah.
Kali ini datang dari Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar.
Melalui pernyataan sikap resmi yang dirilis pada hari ini, Jumat, 31 Mei 2024, organisasi alumni hijau hitam itu menegaskan sikap menolak hadirnya W Super Club dan meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segera mengevaluasi perizinannya.
“MD KAHMI Makassar secara tegas MENOLAK kehadiran W Super Club’ di Makassar,” demikian bunyi pernyataan sikap yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Prof. Dr. A. Pangerang Moenta, SH, MH, DFM dan Sekretaris Umum A. Sri Hastuti Sultan, S.Sos., M.Si. n mk/erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham