SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, membuka peluang investasi di kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Ketua Kadin Surabaya, M Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti, meninjau progres pembersihan kawasan eks THR-TRS pada Jumat (7/6/2024).
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, melihat adanya proyek yang menarik dari THR dan TRS ini.
Baca juga: Perkuat Pengawasan Proyek Saluran, Pemkot Surabaya Prioritaskan Keselamatan Warga
"Ketua Kadin akan memasukkan proyek ini ke dalam program Kadin untuk menarik investor. Kadin nantinya akan menawarkan peluang ini kepada para investor." ucap Eri.
Revitalisasi Taman Hiburan Remaja (THR) yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
Baca juga: Rayakan HUT Persebaya Ke-99 tahun 2026, Bonek Sidoarjo Gelar Konvoi Keliling Sidoarjo-Surabaya
Selain eks THR-TRS, destinasi wisata lain seperti Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran juga akan menjadi bagian dari program investasi ini. Sinergi antara Pemkot dan Kadin diharapkan dapat memperluas jaringan investasi Surabaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Dengan sinergi ini, kami berharap semakin banyak investor yang tertarik masuk ke Surabaya, karena program ini didukung oleh jaringan Kadin yang luas," kata Eri.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Tertinggi di Surabaya Terjadi Sampai 18 Juni
Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya tema yang ditentukan oleh Pemkot untuk pengembangan kawasan ini, seperti ruang seni dan tempat pertunjukan digital untuk anak-anak muda Surabaya. Bentuk kerjasama investasi yang diusulkan bisa berupa Build Operate Transfer (BOT) atau sewa lahan, dengan harapan lebih banyak ruang plaza terbuka yang disediakan.
Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi, menyampaikan komitmen Kadin untuk melibatkan investor lokal dalam proyek ini. "Kami akan mengutamakan investor lokal, sesuai dengan pesan dari Wali Kota Eri untuk memberdayakan perekonomian lokal," ujarnya. Zis
Editor : Mariana Setiawati