SURABAYAPAGI.COM, Malang - Jumlah penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang saat Idul Adha 2024, diprediksi akan mengalami peningkatan.
Hal ini diyakini, karena tahun ini sudah tidak ada lagi isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sehingga, masyarakat lebih leluasa untuk berkurban.
Baca juga: Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil
Oleh karena itu, RPH Kota Malang akan menambah jumlah juru sembelih halal atau biasa dikenal dengan singkatan juleha.
"Kami sendiri memiliki 13 juleha. Namun saat hari H Idul Adha, akan kami tambah jumlahnya," ujar Direktur Utama RPH Perumda Tunas Kota Malang, Dodot Tri Widodo, Senin (10/6/2024).
Dirinya menjelaskan, untuk jumlah penambahannya sendiri, akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
"Untuk penambahannya, antara 15 hingga 20 juleha. Kami akan menambah dari teman-teman komunitas juleha," ungkapnya.
Baca juga: Terkendala Masalah Teknis, Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi - Berceceran di Jalan
Dirinya menerangkan, bahwa RPH Kota Malang menerima jasa penyembelihan hewan kurban dari masyarakat.
"Masyarakat dapat memotongkan hewan kurbannya di RPH Kota Malang. Dan memang kami sarankan disini, karena higienis dan terjamin halal," terangnya.
Disamping itu, RPH Kota Malang juga telah menyiapkan dokter hewan. Yang akan memeriksa kesehatan hewan kurban, baik sebelum maupun sesudah dipotong.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
"Di tempat kami, juga tersedia dokter hewan. Untuk memastikan kesehatan hewan serta menjamin dagingnya layak dikonsumsi," jelasnya.
Dirinya juga memberikan tips, apabila ada masyarakat yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban.
"Yang pertama dan utama, kondisi hewan kurban harus sehat dan tidak sakit. Kemudian, pembuangan limbah usai penyembelihan harus turut diperhatikan. Mau memotong dimanapun, itu pilihan masyarakat. Tetapi kalau kami sarankan, lebih baik memotong di RPH karena terjamin," tandasnya. Ml-01/ham
Editor : Moch Ilham