Berantas Judi Online, Pj Wali Kota Ali Kuncoro Razia Handphone ASN

Reporter : Dwi Agus Susanti
Pj Wali Kota Ali Kuncoro saat memimpin razio handphone pegawai Pemkot Mojokerto

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 5 orang pegawai di Pemerintah Kota Mojokerto kedapatan memiliki aplikasi judi online (judol) di handphonenya. 

Baca juga: Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Ini diketahui saat inspeksi mendadak (sidak) Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro di Kantor Diskominfo dan kantor DPMPTSP yang berlokasi di Gedung MPP Gajah Mada Lantai 3 Kota Mojokerto, Senin (1/7/2024).

Dari pantauan di lokasi, satu-persatu handphone pegawai diperiksa oleh tim yang didalamnya terdiri dari Inspektorat, Diskominfo dan BKPSDM Kota Mojokerto.

Kemudian dilakukan pengecekan, untuk mengetahui adanya aplikasi maupun, chat Whatsapp dan riwayat mobile banking yang termasuk kategori judi dan pinjaman online.

Hasilnya, lima orang pegawai, beberapa diantaranya berstatus ASN dan non ASN kedapatan memiliki aplikasi haram tersebut di ponselnya.

Menurut Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, kelima pegawainya ini akan diberikan sanksi pembinaan.

"Tadi kita test case di dua instansi, yang di Diskominfo zero case, tapi yang di DPMPTSP, kita mencurigai ada lima orang yang HP nya ada aplikasi judolnya," jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Gelar Open House 1 Syawal, Ajak Warga Bersilaturahmi di Rumah Rakyat

Atas temuan tersebut, Mas Pj meminta BKPSDM untuk melakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Apabila dikemudian hari mereka tetap melanggar, akan kita beri sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Mas Pj menyebut, Pemkot Mojokerto sangat concern dengan instruksi pemerintah pusat untuk memberantas praktik judi online . Sebab, bahaya yang ditimbulkan sangat masif dan dampaknya juga luar biasa.  

Baca juga: Musrenbang 2027: Wali Kota Mojokerto Prioritaskan Layanan Dasar di Tengah Tantangan Fiskal

"Sudah ada contoh kasusnya, ada yang sampai mengakhiri hidupnya karena terlilit judol dan ada kasus rumah tangga hancur karena judol," tukasnya.

Untuk itu, petinggi Pemkot Mojokerto ini menginginkan seluruh ASN Kota Mojokerto bisa menjadi teladan serta bisa menjadi pioner kebaikan.

"Kita akan menjadi pemerintah yang adaptif dan berusaha merespon segala perkembangan jaman, tapi kita juga akan bertindak tegas ketika ada pelanggaran,"  pungkasnya. Dwi

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru