SURABAYAPAGI.com, Batu - Dalam rangka menekan inflasi khususnya komoditas cabai, Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Batu, Jawa Timur berupaya melakukan penanaman komoditas tersebut pada lahan seluas 238 hektare, yang tersebar di tiga kecamatan.
Pasalnya, panen cabai di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, merupakan salah satu upaya untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok).
Baca juga: Pesona Destinasi Hutan Pinus Bukit Jengkoang Batu, Surga Tersembunyi Bak Pedesaan Swiss
"Panen cabai serentak yang dilaksanakan hari ini adalah salah satu program pemerintah untuk menjaga pasokan cabai di pasar sekaligus menjadi stok cabai,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai di Kota Batu, Jumat (05/07/2024).
Lebih lanjut, cabai yang ditanam di atas lahan seluas sekitar 238 hektare dan tersebar di tiga kecamatan tersebut, diperkirakan akan menghasilkan komoditas tersebut kurang lebih sebanyak 32,7 ton.
Baca juga: Jelang Nataru 2025/2026, Volume Lalu Lintas Kota Batu Diprediksi Naik 20 Persen
Menurutnya, pada 2024 Pemerintah Kota Batu menanam cabai jenis ORI 212 sebanyak 1.500 peti atau sebanyak 450.000 bibit dengan waktu tanam kurang dari empat bulan.
"Tentunya langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan di pasaran dan menekan angka inflasi yang diakibatkan tingginya harga cabai," katanya.
Baca juga: Angka Wisatawan Turun 30 Persen, Disparta Batu Gencarkan Promosi Jelang Nataru 2025/2026
Selain itu, untuk mendukung program penanaman cabai tersebut, bantuan alat dan mesin pertanian kepada 10 kelompok tani terus digencar. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai rawit di Kota Batu tercatat Rp 28.250 per kilogram. Harga tersebut, tercatat mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan harga pada 1 Juli 2024 yang sebesar Rp 22.750 per kilogram. btu-01/dsy
Editor : Desy Ayu