Era Digitalisasi, Pemkab Ponorogo Gencarkan Pelaku UMKM Naik Kelas

surabayapagi.com
Ilustrasi. UMKM yang melek teknologi mulai banyak yang beralih ke era digitalisasi. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah gencar-gencarkan memberikan pelatihan digitalisasi bertempat di Aula Bappeda di era saat ini bagi para ratusan pelaku  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dan melek teknologi.

Sebanyak 160 pelaku UMKM, mendapatkan pelatihan digital marketing dan optimalisasi legalitas produk, yang diharapkan nantinya para pelaku usaha ini bisa menjadi naik kelas untuk lebih baik dalam mengelola usahanya.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

“Pelaku UMKM yang masih menggunakan cara konvensional, cepat atau lambat akan tergerus oleh zaman. Oleh karena itu, ratusan ini perlu dibekali dengan marketing digital,” ungkap Eko Supriyanto, perwakilan dari Pegadaian bagian Deputi Bisnis Area Madiun, Kamis (18/07/2024).

Adanya pelatihan ini, pelaku UMKM di Ponorogo mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan dapat memanfaatkan teknologi digital dan penguatan legalitas untuk membesarkan usahanya.

Baca juga: Operasional Tempat Karaoke di Ponorogo Mulai Dibatasi Selama Bulan Ramadhan

“Goal kita adalah agar produk UMKM bisa dikenal di luar Ponorogo dan setiap UMKM bisa memiliki legalitas yang jelas,” pungkas Eko.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang didapuk membuka acara pelatihan itu, juga menekankan pentingnya melek digital bagi pelaku UMKM. Hal itu dilakukan supaya para pelaku UMKM ini mampu bertahan dan berkembang di era digitalisasi.

Baca juga: Selama Bulan Ramadhan, ASN di Ponorogo Dapat Pengurangan Jam Kerja

Selain fokus pada marketing digital, Bupati Sugiri juga menegaskan perlunya standar kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Hal ini penting karena UMKM akan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Mereka membawa nama Ponorogo ketika produknya dipasarkan di dunia luar.

“Ketika produknya dipasarkan di luar Ponorogo, tentu juga akan berdampak pada wisata di sini. Jadi yang terpenting ialah kualitas. Setelah itu legalitas dan marketing,” pungkasnya. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru