SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub), Risal Wasal mengatakan, realisasi perpanjangan rute (trase) Kereta Cepat sampai Surabaya masih menunggu studi dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Sebab, KCIC bakal melakukan pra studi kelayakan (pre-feasibility study) dan studi kelayakan (feasibility study).
Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Masuk RTRW Surabaya, Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Jika kedua hal tersebut sudah tuntas, Risal mengatakan barulah pemerintah bisa ikut terlibat menetapkan trase Kereta Cepat sampai Surabaya.
"Mereka (KCIC) kan punya FS, nanti keluar usulan trase, baru kami (Kemenhub) yang kaji. Penetapan trasenya di kita (Kemenhub)," kata Risal di Artotel Gelora Senayan, kemarin.
Baca juga: Pengusaha Truk Ancam Mogok, Bila Diliburkan 24 Maret-8 April
Risal menjelaskan bahwa setelah FS dan usulan trase dikeluarkan KCIC Kemenhub bakal mengkaji ulang rute Kereta Cepat. Ada beberapa opsi rute, mulai dari jalur utara sampai jalur selatan Pulau Jawa.
"(usulan trase belum sampai?) Belum. Kan ada pilihan trase, utara dan selatan. Nah itu yang sedang dikaji FS-nya," tambahnya.
Baca juga: Tol Laut Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menambahkan, saat ini timnya kan masih pra feasibility study. "Jadi masih dengan Tiongkok," ungkap Dwiyana ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Soal apakah nantinya pembangunan kereta cepat ke Surabaya akan kembali menggandeng China, Dwiyana enggan memastikan. "Belum, belum (ada kepastian), kan masih pra feasibility study," lanjutnya. n jk/rmc
Editor : Moch Ilham