Gandeng Agen, BPJS Kesehatan Sisir 17% Warga Lamongan yang Belum Terlindungi JKN

Reporter : Muhajirin
Kepala BPJS Kesehatan Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo saat menyampaikan program PESIAR. SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ada sekitar 17 persen warga Lamongan yang belum terlindungi dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), karena itu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Gresik akan melakukan penyisiran dengan menggandeng 12 agen.

Program BPJS Kesehatan Goes to PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi), seperti disampaikan oleh Janoe Tegoeh Prasetijo Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, selain menyisir, agen PESIAR juga memberikan advokasi akan pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (Program JKN). 

Baca juga: Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Disebutkan olehnya,  agen PESIAR ini tersebar di 12 desa yakni Desa Paciran, Blimbing, Banjarwati, Kemantren, Kandang Semangkon, Kranji, Babat, Brengkok, Brondong, Sedayu Lawas, Deket Kulon dan Deket Wetan.

"Para agen ini nantinya melakukan advokasi dan sosialisasi tentang Program JKN hingga tahap pendaftaran melalui sistem yang disediakan oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya, Kamis (01/08/2024).

Janoe menyebut Program PESIAR ini sebagai salah satu upaya untuk percepatan capaian Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Lamongan. Sampai dengan 1 Juli 2024 capaian kepesertaan JKN di Kabupaten Lamongan 83,26% atau 1.153.887 jiwa dari total keseluruhan penduduk 1.385.835 jiwa. 

Rinciannya, capaian kepesertaan per segmen yakni 562.309 jiwa segmen PBI, 64.597 jiwa segmen PPU PN, 125.727 jiwa segmen PPU BU, 96.748 jiwa segmen PBPU/Mandiri, 16.740 segmen Bukan Pekerja, dan 55.686 jiwa PBPU Pemda. 

Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat

"Dengan agen Pesiar ini diharapkan adanya peningkatan capaian kepesertaan di Kabupaten Lamongan sehingga dapat memenuhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2024 yakni sekurangnya 98% penduduk terdaftar sebagai peserta JKN, “ tuturnya. 

Janoe menjelaskan bahwa masyarakat saat ini terus diberi kemudahan oleh BPJS Kesehatan. Dengan penggunaan Nomor Induk Kepesertaan, peserta JKN sudah bisa diberikan akses pelayanan kesehatan.

“Masyarakat sekarang tidak perlu lagi bawa kartu atau berkas fotokopi untuk akses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan, cukup menggunakan NIK. Nanti petugas faskes akan mengecek NIK peserta, apabila sudah aktif maka bisa langsung dilayani. Semakin cepat dan mudah bukan,” tegas Janoe. 

Lebih lanjut Janoe juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa di Kabupaten Lamongan atas dukungan dan komitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan JKN. Khususnya Desa Brondong dengan capaian registrasi terbanyak.  

Baca juga: Belum ada Progres, Komisi C Anggap Pengembang Grand Zam-Zam Residence "Balelo"

Dari 13 Mei 2024 tersebut tambah dia, sampai dengan 16 Juli 2024, terdapat 69 orang yang telah mendaftar sebagai peserta JKN melalui agen Pesiar Desa Brondong. Sedangkan untuk keseluruhan dari 12 desa terdapat 207 peserta yang telah teregistrasi sebagai peserta JKN. Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan atas dukungan yang diberikan, semoga kolaborasi dan sinergi kita terus berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto mengatakan bahwa dukungan yang diberikan pihaknya merupakan upaya bersama dalam penyelenggaraan Program JKN yang mudah, cepat dan setara. Menurutnya, dengan Program PESIAR ini semakin banyak penduduk yang tertolong dengan memiliki jaminan kesehatan.

“Program Pesiar ini sangat bagus, karena sesuai dengan slogan BPJS Kesehatan yakni dengan gotong royong semua tertolong. Jadi, akan semakin banyak masyarakat yang dilindungi JKN," ungkapnya. jir

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru