SURABAYAPAGI.com, Jombang - Panen semangka di musim kemarau saat ini menjadi berkah tersendiri di wilayah Jombang, Jawa Timur, dengan harga jual stabil dan hasil panen maksimal. Pasalnya, panen semangka tahun ini hasilnya bagus dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satunya Siman (58), warga setempat hasil panen semangka jenis Bali flower miliknya di lahan persawahannya seluas 4.200 meter persegi. Biaya yang dikeluarkan sejak tanam sampai panen, kisaran Rp 12 juta.
Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir
"Alhamdulillah, tahun ini cuaca sangat mendukung dan tidak ada hama penyakit di tanaman semangka. Dan harga juga lebih bagus dari tahun lalu," katanya, Jumat (09/08/2024).
Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak
Sementara itu, Naryo, salah seorang pembeli semangka dari Kabupaten Kediri, mengatakan, hari ini dia membeli semangka di lahan persawahan Desa Rejoagung. Total yang ia borong ada lima hektare.
"Biasanya satu hektar mampu menghasilkan semangka 15 ton. Dan untuk jenis semangka yang paling banyak peminatnya yakni Inul merah hingga Bali flower. Dari satu hektar, petani bisa mendapatkan uang kisaran Rp 50 juta," terangnya.
Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat
Diketahui, melimpahnya panen semangka tahun ini selain berkah musim kemarau, juga dikarenakan terbebas dari serangan hama. Sehingga harga buah manis segar tersebut jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Hal itu menjadi rejeki dan berkah bagi petani semangka disana. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu