SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Di Tengah tren produsen motor gede (moge), seperti Triumph dan Harley-Davidson saja sudah mulai bermain di kelas 400 cc. Justru ditolak mentah-mentah oleh Ducati lantaran ingin terus menjaga prestisenya.
"Ducati adalah merek premium, dan kami akan terus menjaga prestisenya," tegas CEO Ducati, Claudio Domenicali, Kamis (15/08/2024).
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
Pihaknya dengan tegas menyatakan bahwa Ducati tidak akan membuat motor berkapasitas kecil, namun akan terus mempertahankan merek impian dan premium yang sudah sangat melekat sejak lama.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Meski demikian, Ducati mengakui bahwa salah satu motor produksinya ada yang kurang sukses karena harganya yang dinilai terlalu tinggi untuk kapasitas mesinnya. Diantaranya, turunan dari Scrambler 800 cc yaitu Scrambler Sixty2 untuk pasar tertentu.
"Kami tidak akan berkompromi dengan kualitas dan performa Ducati, meski kapasitas mesinnya lebih kecil, kualitas rekayasa yang sama tetap ada pada mesinnya dan kami tidak bisa membuatnya lebih murah" tegas Marco Biondi, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Ducati Asia Pasifik.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Sebagai informasi, motor Ducati dengan model Scrambler Sixty2 tersebut diproduksi sebagai tanggapan terhadap persyaratan lisensi sepeda motor di pasar Jepang dan Australia, sayangnya Sixty2 kurang sukses dalam penjualan karena harganya. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu