Dinsos Catat Kemiskinan Ekstrem di Kampung Pesilat Mulai Menyusut

surabayapagi.com
Ilustrasi. Kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Madiun. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun mencatat tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah Bumi Kampung Pesilat mulai menyusut. Hal itu diketahui berdasarkan intervensi dengan verifikasi dan validasi di lapangan langsung, terdapat penyusutan dari data P3KE

Plt Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Agung Budiarto mengungkap, ada beberapa indikator yang harus terpenuhi untuk bisa dikategorikan sebagai kemiskinan ekstrem. Diantaranya tidak memiliki jamban, rumah tidak layak huni, tidak ada akses air bersih, tidak ada akses kesehatan dan tidak ada akses pendidikan.

Baca juga: Satgas Pangan Madiun Gercep Pantau Harga Bapok Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Namun jika masyarakat yang sudah memiliki beberapa indikator yang disebut, maka bisa dikatakan sudah terbebas dari kemiskinan ekstrem dan berstatus sebagai warga miskin saja.

Baca juga: ‎BGN Bangun Enam SPPG di Aset Pemkab Madiun, Perluas Layanan MBG

“Tahun ini Dinsos diberikan tanggung jawab untuk menangani 594 warga miskin ekstrem yang tersebar di delapan kelurahan, mereka diberi bantuan pangan Rp 300 ribu per bulan. Masyarakat miskin ekstrem lainnya juga akan diintervensi pemdes masing-masing melalui dana desa maupun alokasi dana desa,” terang Agung, Jumat (23/08/2024).

Diketahui, saat ini tinggal 4.884 jiwa yang terus dilakukan verifikasi dan validasi melalui aplikasi Saras. Dan ditarget akhir tahun ini tersisa 500 jiwa kemiskinan ekstrem di Kabupaten Madiun.

Baca juga: ‎SPPG Barokah Sewulan Diresmikan, Bupati Madiun Tekankan Disiplin SOP

“Kami juga bersinergitas dengan OPD terkait seperti pemenuhan jambanisasi ke DPUPR, RTLH ke Disperkim, akses air bersih ke PDAM dan akses kesehatan ke Dinkes serta akses pendidikan ke Dikbud setempat, sehingga harapannya kemiskinan ekstrem di Madiun ini nol,” tutup Agung. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru