SURABAYAPAGI.com, Jombang - Kesenian jaranan dor massal yang akan digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang kini resmi dibatalkan. Ada beberapa alasan kegiatan tersebut dibatalkan, diantaranya karena hanya demi mengejar pemecahan Rekor MURI.
Selain membebani orang tua, banyak satuan lembaga pendidikan yang mengaku keberatan dengan pemecahan rekor MURI jaranan dor itu. Misalnya terkait dengan pembelian properti, atribut, pengerahan massa, transportasi, konsumsi dan lain-lain.
Baca juga: Siap Beroperasi Juni 2026, Pemkab Jombang Targetkan Jaring Siswa SD Sekolah Rakyat
Sehingga Pemkab setempat meminta Dinas Pendidikan dan kebudayaan Jombang untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait program tersebut. ”Muri jaranan dor itu dibatalkan atau ditunda, yang pasti tidak jadi dilaksanakan Oktober ini,” kata Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Selasa (24/09/2024).
Lebih lanjut, hasil dari kajian itu, banyak satuan pendidikan yang masih keberatan atas rencana program jaranan dor massal melibatkan sekitar 50 ribu siswa jika tetap dilaksanakan.
Baca juga: Terancam Molor, Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Jombang Masih 57 Persen
”Kami minta bu Wor (Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang) untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait Muri jaranan dor,” katanya.
Hasil dari kajian tersebut, banyak satuan pendidikan yang masih keberatan atas rencana program jaranan dor massal melibatkan sekitar 50 ribu siswa jika tetap dilaksanakan.
Baca juga: Jaga Eksistensi Budaya, Pemkot Kediri Tingkatkan Kapasitas Pelaku Seni dan Budaya Melalui Bimtek
Salah satu kepala SMP negeri di Jombang mengaku mendukung pelestarian kesenian jaranan dor di Jombang. Namun, pihaknya tidak setuju jika dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan menggelar kesenian jaranan dor massal demi target penghargaan MURI. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu