SURABAYAPAGI.com, Jombang - Kesenian jaranan dor massal yang akan digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang kini resmi dibatalkan. Ada beberapa alasan kegiatan tersebut dibatalkan, diantaranya karena hanya demi mengejar pemecahan Rekor MURI.
Selain membebani orang tua, banyak satuan lembaga pendidikan yang mengaku keberatan dengan pemecahan rekor MURI jaranan dor itu. Misalnya terkait dengan pembelian properti, atribut, pengerahan massa, transportasi, konsumsi dan lain-lain.
Baca juga: Jaga Warisan Budaya, Pemkab Ponorogo Siapkan Perbup Reog Jadi Ekskul Wajib untuk SD
Sehingga Pemkab setempat meminta Dinas Pendidikan dan kebudayaan Jombang untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait program tersebut. ”Muri jaranan dor itu dibatalkan atau ditunda, yang pasti tidak jadi dilaksanakan Oktober ini,” kata Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Selasa (24/09/2024).
Lebih lanjut, hasil dari kajian itu, banyak satuan pendidikan yang masih keberatan atas rencana program jaranan dor massal melibatkan sekitar 50 ribu siswa jika tetap dilaksanakan.
Baca juga: Potensi Tradisi Tahunan 'Labuhan Sarangan' Jadi Ajang Promosikan Pariwisata di Magetan
”Kami minta bu Wor (Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang) untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait Muri jaranan dor,” katanya.
Hasil dari kajian tersebut, banyak satuan pendidikan yang masih keberatan atas rencana program jaranan dor massal melibatkan sekitar 50 ribu siswa jika tetap dilaksanakan.
Baca juga: Jaga Budaya Warisan Lokal, Kadisbudporapar Serahkan Bantuan Alat Kesenian Thak-Thakan Khas Tuban
Salah satu kepala SMP negeri di Jombang mengaku mendukung pelestarian kesenian jaranan dor di Jombang. Namun, pihaknya tidak setuju jika dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan menggelar kesenian jaranan dor massal demi target penghargaan MURI. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu