Diangkat Presiden Prabowo, Jabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional 2024-2029
Baca juga: Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Tertua
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Opung Luhut Binsar Pandjaitan (77 tahun) ikut muncul di pelantikan pejabat kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (21/10).
Luhut dilantik menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional, bersama Menteri dan Wamen.
Luhut mengatakan tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia ke depan tidak akan mudah. Makanya, ia bersedia jadi Dewan Ekonomi Nasional. Dewan yang dipimpinnya itu akan berisi sejumlah ahli ekonomi dan bertugas memberikan masukan kepada Presiden Prabowo.
Namun, ia bercerita, sebelumnya Prabowo Subianto secara langsung meminta restu kepada istrinya, Devi Simatupang, agar mengizinkan Luhut bergabung dengan pemerintahannya. Momen itu terjadi saat Luhut dan Devi bertemu dengan Prabowo dalam acara Gala Dinner AKABRI 67/70 pada 21 Juli 2024.
"Beliau meminta izin kepada istri saya untuk 'memperbolehkan' suaminya ini menerima tanggung jawab baru di posisi yang baru. Saat itu, istri saya hanya tersenyum lebar saja," beber Luhut.
"Memutuskan, menetapkan dan seterusnya, kesatu, terhitung sejak saat pelantikan, mengangkat Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional," ujar Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Setpres Rika Kiswardani membacakan Keppres pengangkatan Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Luhut, Berada di Paling Depan
Dalam acara pelantikan, Luhut terlihat di barisan menteri yang dilantik. Luhut mengenakan jas lengkap dengan peci berada di paling depan. Selanjutnya, Luhut mengucapkan sumpah jabatan.
Pelantikan pejabat pemerintahan ini dipimpin Prabowo Subianto, didampingi Wapres Gibran Rakabuming. Berdasarkan pengumuman kemarin, total ada 53 menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik.
"Ke depan, tantangan perekonomian yang dihadapi Indonesia tidaklah ringan. Ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi termasuk AI, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik yang kian kompleks ada di depan mata. Dewan Ekonomi Nasional yang dibentuk Presiden Prabowo sebagai economic think thank yang akan diisi oleh para pakar ekonomi," katanya.
Baca juga: Desakan Aliansi Ekonom Indonesia: Kurangi Porsi Belanja Program Populis MBG, Hingga Kopdes
Purnawirawan jenderal TNI bintang 4 ini berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Prabowo. Dia optimistis Dewan Ekonomi Nasional bisa berkontribusi pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan dan mandat yang diberikan. Dengan semangat kebersamaan yang selalu menjadi kekuatan bangsa kita, saya yakin kita bisa mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, lebih sejahtera, dan berkelanjutan," tutur Luhut.
Enggan Jabat Setelah 2024
Luhut Pandjaitan, pernah mengungkapkan dirinya tidak lagi memiliki keinginan untuk menjadi menteri, jika ditawari oleh presiden terpilih pada Pemilu 2024. Ia mengaku tidak mendapatkan restu dari sang istri, Devi Simatupang. Namun, ia mengaku bersedia, jika diminta hanya untuk memberikan saran oleh Presiden yang terpilih nantinya.
"Nggak, kalau saya jadi menteri cukup lah. Istri saya sudah tidak setuju saya menteri lagi. Kalau beri saran-saran iya,” ucap Luhut, pada 14 Februari 2024, seperti diberitakan Antara.
Baca juga: Prabowo ke Luar Negeri, Menteri Diminta Kerja Serius
Sebelumnya, Luhut juga mengatakan dirinya enggan menjadi pejabat publik setelah 2024.
“Istri saya bilang, ‘Pah, kamu kalau sudah selesai jangan lagi jadi menteri-menteri ya, cape gua’. Saya bilang, yes, 2024 kita selesai, enggak mau lagi,” kata Luhut dalam podcast Deddy Corbuzier, pada Selasa, 6 Juli 2021.
Beristirahat Fokus Urus Yayasan
Melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Luhut menjelaskan rencana selanjutnya, jika tidak lagi duduk di kursi menteri. Ia mengungkapkan akan beristirahat dan berfokus mengurus Yayasan Del. Adapun, Yayasan Del merupakan yayasan yang berbasis di Sumatera Utara dan bergerak di bidang pendidikan. Yayasan tersebut didirikan oleh Luhut beserta Devi pada 2001.
Selain mengurus yayasan, Luhut ingin memberikan contoh kepada publik bahwa pejabat negara yang sudah purna-tugas seharusnya tidak lagi mengurusi apa pun yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebaliknya, kata Luhut, era pensiun itu sebaiknya dimanfaatkan untuk menikmati hidup. n, ec/erc/lt/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham