SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro memimpin rapat evaluasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat, Selasa (22/10/2024).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, pimpinan perangkat daerah, para kepala bagian serta para camat dan lurah.
Baca juga: Takziah Korban Laka Laut Pantai Drini, Pj Gubernur Jatim Bakal Evaluasi Program Outing Class
Usai memimpin rapat, Mas Pj mengatakan, penyerapan APBD Pemkot Mojokerto hingga bulan Oktober 2024 ini sudah mencapai 64,74 persen. Angka tersebut jauh diatas rata-rata serapan nasional sebesar 57,42 persen.
"Alhamdulillah serapan kita masih diatas rata-rata nasional. Bahkan di tingkat regional Jawa Timur, serapan kita tertinggi dibandingkan Pemkot-pemkot lainnya," ujarnya.
Meski demikian, Mas Pj tetap meminta seluruh OPD untuk meningkatkan performa serapannya. Mengingat tutup tahun anggaran tinggal tersisa dua bulan saja.
"Tahun lalu serapan anggaran kita 92 persen. Tahun ini harus bisa melebihi itu, kita berharap 95 persen," targetnya.
Baca juga: Korban Terakhir Kecelakaan Laut Pantai Drini Berhasil Ditemukan
Mas Pj menyebut, kekosongan 8 kursi kepala OPD menjadi kendala yang membuat kinerja satuan kerja kurang maksimal. Karena akhirnya, harus ada kepala OPD yang merangkap dua jabatan.
"Ini sedang kita upayakan terisi melalui seleksi terbuka. Agar kinerja OPD bisa lebih maksimal. Sehingga target serapan anggaran dan PAD bisa terpenuhi," tegasnya.
Masih kata Mas Pj, percepatan belanja penting untuk perputaran ekonomi. Makin lama belanja tentunya ekonomi semakin melambat. Sebaliknya semakin cepat belanja, semakin cepat pulah multi playernya didapat
Baca juga: Harga Elpiji Melon Naik, Pj Walikota Mojokerto Pastikan Stok Aman
"Makanya pemerintah pusat menginginkan realisasi belanja yang cepat di setiap tahun, semata-mata mempercepat pertumbuhan dan terciptanya multy player efect dalam ekonomi secara keseluruhan," ungkapnya. Dl
Sementara itu, Sekdakot Gaguk Tri Peasetyo kepada Surabaya Pagi mengatakan, serapan anggaran di seluruh OPD dinilai cukup baik. Bahkan ada yang diatas rata-rata, tertinggi sebesar 90,36 persen dan terendah sebesar 41,58 persen.
"Masih wajar saja, kondisinya tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Percepatan belanja ini akan jadi perhatian kita, untuk bagaimana bisa mempercepat belanja di OPD," tutupnya. Dwi
Editor : Desy Ayu