Mendadak, Seluruh Petugas di KAI Daop 7 Madiun Dites Urine

Reporter : Lestariyono Blitar
Salah seorang petugas menyerahkan sampel urin untuk di tes. SP/Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Guna pastikan keselamatan Perjalanan Kereta Api KAI Daop 7 Madiun lakukan tes Urine terhadap seluruh petugas baik Masinis, asisten masinis teknisi kereta api sekaligus Petugas Jaga Lintasan, Polsus KA, tak luput petugas loket dan pramugara/pramugari KA pada Selasa (30 Oktober 2024) di ruang Kesehatan Stasiun Blitar.

Kuswardojo, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun dalam releasenya melalui Whatsapp (WA) di grup PT KAI  menyatakan, bahwa pemeriksaan narkoba ini dilakukan secara acak dan mendadak kepada para petugas, termasuk masinis, asisten masinis, teknisi kereta api, petugas jaga lintasan (PJL), Polsuska, petugas loket, pramugari kereta, K2, serta petugas operasional lainnya. 

Baca juga: Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

"Sebanyak 90 orang telah menjalani tes narkoba ini dengan hasil negatif. Pelaksanaan yang kami lakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu," terang Kuswardoyo.

Baca juga: Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Pemeriksaan ini menggunakan tes urine dengan tujuh parameter yang mendeteksi keberadaan zat-zat terlarang, seperti Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Mariyuana (THC), Cocaine (COC), Methamphetamine (MET), Benzodiazepine (BZD), dan Carisoprodol (SOMA). Tes dilaksanakan di beberapa lokasi strategis, yakni di Kantor Operasional, Sarana dan Prasarana Madiun, serta Stasiun Kertosono dan Blitar.

Baca juga: Masa Angkutan Lebaran Berakhir 1 April, KAI Daop 7 Madiun Sudah Layani 454.266 Pelanggan

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya KAI untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nyaman, dengan memastikan seluruh petugas KAI berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA),” jelas Kuswardoyo. Les

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru