SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang PIlkada Serentak 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dengan gercep mengantisipasi gangguan keamanan bangunan objek vital pasar tradisional seperti Pasar Besar Madiun (PBM) yang rawan terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Anshar Rasidi mengungkap, pihaknya menggelar apel siaga yang diikuti oleh petugas keamanan dan ketertiban pasar, petugas listrik, petugas kebersihan, dan pedagang di Pasar Besar Madiun.
Baca juga: Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM
"Kegiatan apel siaga pada kesempatan ini yang diselenggarakan dinas perdagangan dengan mengundang TNI/Polri dan lurah untuk menjaga keamanan terhadap objek vital, yaitu pasar tradisional di Kota Madiun," ujar Anshar Rasidi, Jumat (22/11/2024).
Hal itu menunjukkan komitmen kuat seluruh penghuni pasar untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Termasuk, turut serta mensukseskan jalannya Pilkada Serentak 2024 secara sukarela dalam kegiatan pengamanan pasar.
Baca juga: Kisah Jukir di Balik Kasus Maidi: Rumah Tak Jelas, Kini Berpotensi Disita KPK
"Sesuai mitigasi, jam rawan itu sekitar pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB dini hari. Karena setelah jam 12 malam, itu pasar sudah ramai pedagang. Namun, bagi kami tidak ada jam rawan atau tidak rawan. Kami akan lakukan pengamanan 24 jam penuh," tuturnya.
Sementara itu, diketahui untuk jumlah petugas pasar saat ini sebanyak 149 orang. Penjagaan ketat akan dilakukan hingga 'H+3' atau 'H+5' setelah pencoblosan pilkada.
Baca juga: KPK Periksa Dirut BUMD hingga Camat Taman, Pengembangan Kasus OTT Maidi Terus Bergulir
"Kami lakukan monitoring keliling. Harapannya, pilkada tahun ini dapat berjalan aman, lancar, damai, dan kondusif," harapnya. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu