Punya Cadangan Pangan Hingga 2 Juta Ton, Prabowo Berbunga-bunga

Reporter : Jaka Sutrisna
Kementerian Pertanian mempersiapkan program cetak sawah baru yang menargetkan pengembangan 3 juta hektare lahan sawah hingga tahun 2029. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Prabowo Subianto sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. (Fto

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Prabowo, kini berbunga-bunga. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, pun mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Erick, keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian merupakan hasil dari kolaborasi dan komitmen yang kuat di bawah arahan Prabowo.

Baca juga: Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

Alhamdulillah, Kementerian BUMN dan seluruh BUMN yang terkait dengan pangan dapat mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (3/12/2024).

Erick menegaskan, BUMN sejak awal berkomitmen penuh mendukung seluruh program ketahanan dan kemandirian pangan yang telah menjadi fokus Prabowo. Erick juga menyoroti pentingnya sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan tercapainya swasembada pangan.

"BUMN mendukung penuh dan berkolaborasi dengan intensif dengan berbagai kementerian, badan, dan lembaga dalam mewujudkan program swasembada pangan," lanjut Erick.

 

Yakin Tidak Impor Beras

Presiden Prabowo Subianto sedang berbunga bunga. Ia berkeyakinan Indonesia tidak akan impor beras tahun depan. Sebab dia mendapat kabar perkembangan produksi pangan RI.

Keyakinan itu disampaikan Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/12/2024). Prabowo mengatakan bahwa cadangan pangan mengalami kenaikan.

"Saya mendapat paparan yang sangat menggembirakan produksi pangan kita naik," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/12/2024).

 

Baca juga: Aksi Nyata Swasembada Pangan, Produksi Padi di Malang Surplus 80 Ribu Ton

Cadangan 2 Juta Ton

Prabowo menyebutkan cadangan pangan saat ini bahkan yang terbesar dalam beberapa tahun belakang. Dia menyebut cadangan pangan di gudang ada 2 juta ton.

"Cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini, yang ada di gudang kita saya kira mendekati 2 juta ton dan sangat besar," ujarnya.

Ia yakin Indonesia tak akan mengimpor beras lagi pada 2025. "Kemungkinan dan keyakinan saya tahun 2025 kita tidak akan impor beras lagi bahkan cadangan kita cukup," lanjut Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian atas kinerja dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) serta team kerja menteri teknis bidang pangan. Menurutnya, Menko Zulhas telah bekerja dengan baik di sektor pangan.

"Saya juga sampaikan terima kasih kepada tim Menko Pangan dan semua menteri-menteri yang berurusan dengan pangan kita," kata Prabowo dalam keterangan, Senin (2/12/2024).

Baca juga: Swasembada Pangan Jadi Bukti Sinergi Pusat dan Daerah, Wali Kota Mojokerto Sampaikan Terima Kasih

 

Cadangan Pangan RI Terbesar

Menurutnya, Menko Pangan telah menunjukan kinerja yang cukup baik dalam meningkatkan produksi hingga cadangan pangan. Bahkan cadangan pangan RI terbesar selama beberapa tahun terakhir. Hal itu diungkapkan oleh Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.

"Dalam rapat terbatas terakhir beberapa hari yang lalu. Saya mendapatkan paparan yang sangat menggembirakan. Produksi pangan kita naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini. Yang ada di gudang kita saya kira mendekati 2 juta ton," tutur Prabowo.

Sebagai informasi tambahan, Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap bidang pangan bahkan menjadikannya program strategis. Presiden Prabowo menargetkan Indonesia bisa melakukan swasembada pangan pada 2027 mendatang. jk/erc/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru