Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem, Dishub Mojokerto Pastikan Keamanan Lalu Lintas

Reporter : Dwi Agus Susanti
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Mojokerto keluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem bagi pengendara. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Mojokerto.

Pasalnya, beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto, dihantam banjir hingga angin kencang, yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.

Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Sejak Senin, 4 November 2024 hingga Kamis 5 Desember 2024, telah terjadi setidaknya 7 bencana angin kencang dan 2 tanah longsor yang mengakibatkan salah satu jembatan di Dusun Kedungudi, Desa Kedunggempol Kecamatan Mojosari terputus.

"Ini mengakibatkan terganggunya aktifitas lalu lintas sehingga dilakukan penutupan dan pengalihan arus  pada simpang serta jalur yang terdampak bencana," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, Kamis (12/12/2024).

Baca juga: Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Menanggapi kondisi ini, Rachmat, mengimbau memberikan imbauan kepada para pengendara, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan. 

Hal ini sangat penting karena arus lalu lintas yang padat, ditambah dengan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

“Cuaca akhir-akhir ini sangat tidak menentu, dan kita harus berhati-hati. Saya mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama saat kondisi cuaca buruk. Kecepatan  kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan dan cuaca,” lanjutnya.

Baca juga: Fokus Perbaiki Kerusakan 7 Fasum, Pemkab Ponorogo Butuh Anggaran Rp15 Miliar

Rachmat  juga memberikan arahan agar pengendara mengurangi kecepatan kendaraan saat hujan deras atau saat jalan licin. Kondisi jalan yang basah dapat menyebabkan traksi ban berkurang, sehingga meningkatkan potensi tergelincir.

"Live streaming arus  lalu lintas di Kabupaten Mojokerto dapat dilihat melalui tautan https://dishubcctv.mojokertokab.go.id," pungkasnya. Dwi

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru