Wakil Ketua DPRD Surabaya Berharap MBG Dapat Pertumbuhan Ekonomi UMKM Sekitar

Reporter : Al Qomaruddin
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya  - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya kini masih dalam tahap uji coba. Badan Gizi Nasional (BGN) menunjuk beberapa sekolah di Surabaya sebagai uji coba dengan total siswa yang masuk dalam uji coba tersebut adalah 6.159 anak.

Dalam program itu, para siswa mendapatkan menu makanan empat sehat lima sempurna. Mulai dari nasi, sayuran, ayam, buah, dan susu. Menu tersebut telah disesuaikan dan diawasi oleh BGN.

Baca juga: Dorong Percepatan Validasi DTSEN, Ketua Komisi A Minta Pemkot Libatkan RT/RW

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Arif Fathoni menerangkan program MBG tersebut memiliki banyak fungsi  diantaranya, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang untuk membentuk generasi unggul. Sehingga mampu menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan maksimal. Selain itu, adanya MBG juga mampu memutus disparitas kecukupan gizi terhadap seluruh anak di Indonesia.

“Program ini juga menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota. Syaratnya, beberapa unsur penting harus dilibatkan dalam pelaksanaannya,” ungkap Fathoni,

Dalam pelaksanaan MBG ini tidak terlepas dari unsur penting yakni UMKM setempat di sekitar sekolah berada, sehingga bisa memotong biaya distribusi. Dengan biaya distribusi yang minim, maka keuntungan penyedia bahan dan jasa akan lebih tinggi. Tentunya, tanpa mengurangi kebutuhan gizi dan nutrisi pada tiap porsinya. Selain itu, kantin sekolah juga harus dilibatkan.

“Ini untuk memutar pertumbuhan ekonomi. Sehingga UMKM setempat dan kantin sekolah mesti dilibatkan. Karena jika hanya melibatkan layanan catering besar, maka ekonomi hanya akan berputar di lingkup makro,” tutur Fathoni.

Baca juga: Bahtiyar Rifai Dorong Pengawasan Ketat Cagar Budaya

Fathony mengatakan pelaksanaan MBG di Surabaya sejauh ini minim hambatan. Jika di daerah lain ditemukan kasus keracunan hingga rasa makanan yang kurang lezat, Kota Surabaya cenderung tak ada keluhan yang berarti.

Fathony mempunyai beberapa harapan terus dilambungkan Fathoni agar kelangsungan MBG kedepan senantiasa berjalan lancar. “Di tahap uji coba ini, pemerintah memang harus lebih banyak mendengar. Baik dari kalangan siswa maupun pengamat gizi dari masing-masing kabupaten/kota,” ungkapnya.

Meski keseluruhan pelaksanaan uji coba MBG di-handle oleh BGN, Fathoni mendorong Pemkot Surabaya untuk senantiasa proaktif dalam mengawasi prosesnya. Terlebih, Pemkot sudah berpengalaman dalam program permakanan. Sehingga sudah memiliki database terkait UMKM setempat penyedia makanan.

“Jadi nanti Pemkot bisa memperkirakan UMKM terdekat dari sekolah sebagai penyedia makanannya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi bakal merata,” ujar Fathoni.

Baca juga: Jadi Atensi Presiden, DPRD Surabaya Komitmen Perkuat Perlindungan Cagar Budaya di Kota Pahlawan

Dilanjutkan Fathoni, BGN dan Pemkot perlu berkolaborasi agar kelancaran MBG kedepan terus tercapai. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk mengawasi makanan. Baik saat pengecekan kualitas, higienitas, hingga pengolahannya.

Fathoni memastikan, dewan bakal mendukung program tersebut. Terlebih, tujuannya untuk membentuk generasi unggul dan memutar pertumbuhan ekonomi. Bahkan, Pemkot dan DPRD telah menyiapkan anggaran Rp 1,1 Triliun untuk mendukung MBG.

“Saya berharap, kedepan, program ini berjalan lancar dan memberikan multiple effect yang baik di semua lini,” pungkas Fathoni. Alq

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru