SURABAYAPAGI.com, Batu - Menjelang perayaan hari kasih sayang atau Valentine pada 14 Februari mendatang, permintaan akan bunga potong mawar di Kota Batu meningkat, bahkan sejak dua minggu terakhir.
Pasalnya, munga mawar merah diakuinya menjadi incaran selama menjelang momen-momen spesial seperti Valentine. Peningkatan juga terjadi saat bulan-bulan tertentu yang banyak agenda pernikahan dan kebutuhan dekorasi.
Baca juga: Jelang Nataru 2025/2026, Volume Lalu Lintas Kota Batu Diprediksi Naik 20 Persen
Tentu saja, tingginya permintaan menjadi berkah bagi para petani bunga potong di Kota Batu. Salah satu petani bunga potong di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Ninik Arifah.
"Permintaannya meningkat, misal hari normal itu seribu tangkai, kalau Valentine gini bisa tiga ribu sampai empat ribu tangkai," kata Ninik di Desa Gunungsari, Senin (10/02/2025).
Lebih lanjut, selain permintaan, harga bunga potong mawar juga mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding saat hari normal. Peningkatan harga tersebut sudah dirasakan sejak beberapa waktu lalu.
Baca juga: Angka Wisatawan Turun 30 Persen, Disparta Batu Gencarkan Promosi Jelang Nataru 2025/2026
Untuk harga per tangkai normalnya Rp 800 rupiah, dan ke supplier Rp 1.000. Sedangkan menjelang momen Valentine harganya pun naik, bisa Rp 2.500-Rp 4.000 per tangkai. Bahkan sudah sampai Rp 3.000 per tangkai.
Meski permintaan bunga mawar meningkat, cuaca ekstrem seperti beberapa hari terakhir di Kota Batu mempengaruhi menurunnya hasil panen.
Sehingga, di momen menjelang Valentine, Ninik kesulitan memenuhi pesanan yang tinggi dari wilayah Jakarta dan Bali. Sehingga ia juga sesekali membeli dari petani lain.
Baca juga: Pesona Malang Skyland, Wisata Baru di Atas Awan yang Ramah Anak dan Instagramable
Akibat stok yang minim di tengah permintaan melonjak, harga ikut naik tiga kali lipat sejak dua pekan jelang Valentine. Ia menyiasati dengan menjual per ikat bunga potong.
"Kalau seperti saya ini ketika permintaan tinggi dan hasil panen menurun karena cuaca, kami siasati dengan beli bunga potongnya ke petani lain. Cuma harganya jadi lebih mahal jatuhnya," terang Ninik. bt-01/dsy
Editor : Desy Ayu