SURABAYAPAGI.com, Batu - Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggencarkan berbagai promosi diantaranya dengan menggandeng pelaku perhotelan, destinasi wisata, hingga kafe.
"Kami rutin melakukan promosi lewat pameran di dalam maupun luar negeri. Beberapa waktu lalu travel agent dari Malaysia datang ke Batu untuk melihat-melihat destinasi wisata yang ada," ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, Rabu (03/12/2025).
Pasalnya, angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan signifikan. Angkanya bahkan disebut menurun hingga 30 persen. Anjloknya angka kunjungan tersebut salah satunya disebabkan pengurangan titik sampling dalam perhitungan wisatawan.
"Kalau secara riil kami belum bisa memastikan angkanya. Tapi sempat saya sampaikan sekitar 30 persen penurunannya karena kami mengurangi beberapa titik sampling untuk penghitungan jumlah wisatawan," jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, area seperti Alun-alun Batu sudah tidak lagi dihitung dalam survei kunjungan. Selain sulit ditentukan pintu masuknya, kawasan tersebut juga dianggap sebagai pilihan kedua bagi wisatawan setelah datang ke destinasi utama.
"Dari situ bisa dilihat, pasti terjadi penurunan karena samplingnya juga kami kurangi. Jadi persentase itu belum mewakili keseluruhan," imbuhnya.
Salah satu meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut diantaranya, memberikan promosi secara daring akan digencarkan. Kolaborasi dengan para kreator konten dilakukan untuk memperluas jangkauan promosi.
Mengingat, kini masyarakat lebih banyak mencari referensi liburan melalui media sosial. Sehingga, dirinya berharap rangkaian upaya tersebut mampu mengembalikan minat wisatawan untuk datang ke Kota Batu, terutama menjelang libur panjang akhir tahun.
"Berbagai sajian destinasi wisata ada di Batu. Spot tourism ada Paralayang, budaya ada Sendratari Arjuna Wiwaha, wisata alam ada berbagai air terjun, kemudian wisata buatan bisa mengunjungi JTP Group atau desa wisata. Jadi boleh dipilih karena banyak sekali destinasi wisata di Kota Batu," pungkasnya. bt-01/dsy
Editor : Desy Ayu