Peternak di Tulungagung Meringis, Harga Telur Ayam Arab Terjun Bebas

surabayapagi.com
Ilustrasi. Peternak di Tulungagung menunjukkan telur ayam arab. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Para peternak di Tulungagung, Jawa Timur sedang lesu dan meringis melihat harga telur ayam arab di pasaran semakin anjlok. Padahal, telur ayam arab merupakan salah satu jenis telur yang cukup penting bagi masyarakat, untuk membuat roti dan kue.

Kondisi tersebut tentu kebanyakan peternak pusing tak dapat untung. Hal ini seperti yang dirasakan Hasan, salah satu peternak ayam arab asal Desa/ Kecamatan Kalidawir.

Baca juga: Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

"Kalau harga telur ayam arab terus-terusan turun begini, bagaimana nasib kami para peternak," tutur Hasan, Senin (10/02/2025).

Kecamatan Kalidawir sendiri terkenal sebagai kawasan sentra peternak ayam arab. Hampir di setiap desa, mayoritas masyarakat menggeluti bisnis tersebut. Namun, kini para peternak sedang mengalami masa sulit.

“Harga telur ayam arab turun cukup jauh dari biasanya. Biasanya harga dari kami (peternak, Red) minimal berkisar Rp 2 ribu per butir, tapi kini harganya anjlok hingga Rp 1.550 per butir,” katanya.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Hal yang tidak jauh berbeda ditambahkan salah satu peternak lainnya, Marjito. Turunnya harga telur ayam arab diperkirakan karena permintaan pasar yang sedang lesu. Padahal, kebutuhan untuk komoditas tersebut cukup banyak.

Saat ini, dia memiliki sekitar 6 ribu ekor ayam arab. Produktivitas harian telurnya mencapai 60 persen. Biasanya, sebagian telur tersebut diambil oleh pabrik roti. Sebagian lagi dijual seperti biasa.

"Dalam sehari, ayam-ayam saya ini makan tiga kali. Dan jumlah pakan yang dikeluarkan dalam sehari bisa mencapai 4 kuintal," imbuhnya.

Baca juga: Pascabanjir, Akses Jalan dan Layanan Publik di Tulungagung Mulai Pulih Perlahan

Namun, para peternak hanya bisa sabar dan berharap harga telur ayam arab bisa kembali normal dan stabil. Mereka berharap telur ayam arab bisa dilibatkan dalam bahan makanan pokok seperti halnya telur pada umumnya.

"Seharusnya pemerintah juga memperhatikan kami sebagai peternak ayam arab, sebab selama ini belum pernah tersentuh. Tidak seperti peternak ayam biasanya, kami merasa dianaktirikan," tambahnya. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru