SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, wacana koalisi permanen yang ditawarkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menghindari adanya manuver dari partai pendukungnya jelang pemilu 2029 sehingga berdampak pada jalannya program prioritas di pemerintahannya nanti.
Saya amati, memang ada kecenderungan koalisi itu agak sedikit gaduh agak sedikit heboh kalau sudah mau jelang pemilu. Tentu Prabowo khawatir jelang pemilu di 2029 misalnya partai-partai pendukungnya saat ini KIM Plus mulai bermanuver, pecah kongsi dan mulai menunjukkan sikap yang tidak kompak. Tentu itu berbahaya dan tidak kondusif bagi program strategis pro rakyat yang dicanangkan Prabowo.
Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya
Jadi menurut penilaian saya, gagasan itu diajukan untuk memastikan soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang saat ini sudah berjalan.
Pertama, supaya KIM Plus solid dukung penuh program Prabowo yang pro rakyat.
Saya menilai Prabowo menginginkan koalisI pemerintahannya bisa konsisten memberikan dukungan selama lima tahun ke depan. Dukungan yang solid itu, penting untuk menjamin program unggulan Prabowo bisa berjalan tanpa gangguan.
Dalam pangan saya, koalisi permanen sepertinya memang diniatkan supaya koalisi KIM Plus ini solid hingga 2029 sehingga kebijakan strategis pro rakyat yang diinginkan Prabowo mendapatkan dukungan penuh dari kekuatan-kekuatan politik terutama dukungan penuh dari partai politik.
Baca juga: Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an
Selain tentu untuk mengamankan program di pemerintahannya, koalisi permanen itu diharapkan Prabowo untuk mencegah adanya manuver jelang Pilpres 2029. Lewat koalisi permanen itu Prabowo ingin mengunci dukungan partai politik kepadanya untuk kembali maju sebagai capres pada pemilu lima tahun mendatang.
Tampaknya, partai-partai di KIM Plus tak membelot jelang Pemilu 2029. Ada kecenderungan partai koalisi kerap membelot karena nyari simpari rakyat. Itu yang disebut oposisi dari dalam. Satu sisi menyatakan berkoalisi dengan penguasa, tapi sisi yang lain jelang pemilu partai bisa berseberangan dengan penguasa. n rmc
Baca juga: Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon
*) Disampaikan pada Minggu (16/2/2025).
Editor : Moch Ilham