Mercedes-Benz Sukses Uji Baterai Solid-State Model EQS Dimodifikasi di Jalan Raya

surabayapagi.com
Mercedes-Benz mulai pengujian jalan kendaraan baterai solid-state pertama. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mercedes-Benz baru saja mengejutkan dunia otomotif soal kemajuan mereka dalam industri kendaraan listrik. Dengan dukungan penuh dari divisi Formula 1 mereka, Mercedes AMG High Performance Powertrains (HPP), berhasil melakukan pengujian jalan raya baterai padat (solid-state) dengan model EQS yang dimodifikasi.

Bahkan, masa depan mobilitas listrik tersebut mendahului sejumlah pabrikan lain yang juga mengembangkan jenis baterai serupa. Bayangkan sebuah mobil listrik yang lebih aman, lebih ringan, lebih efisien, dan mampu menempuh jarak 25 persen lebih jauh, Rabu (26/02/2025).

Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan

Itulah janji baterai padat yang dikembangkan Mercedes-Benz bersama Factorial Energy, pemimpin teknologi baterai padat asal Amerika Serikat, dengan model EQS yang dimodifikasi khusus siap menguji kemampuan baterai revolusioner ini dalam kondisi dunia nyata yang mulai diuji di jalan raya mulai Februari 2025.

Mercedes-Benz yang dikenal dengan teknologi Formula 1 terdepan, berperan penting dalam merancang dan mengembangkan sistem baterai padat yang benar-benar baru. Kecepatan dan ketepatan yang menjadi ciri khas F1 diterjemahkan ke dalam pengembangan baterai yang lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Lewat Rally Dakar 2026, Motul Tegaskan Kualitas Pelumas Kelas Dunia di Ajang Reli Off-road Paling Ekstrem dan Menantang

Baterai padat menggunakan elektrolit padat, bukan cairan, yang meningkatkan keamanan sel secara signifikan dan memungkinkan penggunaan anoda baru seperti lithium metal. Kepadatan energi yang jauh lebih tinggi (hingga 450 Wh/kg di level sel), bobot baterai yang lebih ringan, dan performa yang jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional.

Hasil dari teknologi ini sangat mengesankan. EQS yang dimodifikasi dengan baterai padat mampu menempuh jarak hingga 25 persen lebih jauh dibandingkan dengan baterai standar EQS dengan bobot dan ukuran yang sama. Dengan sistem pendinginan baterai pasif yang semakin meningkatkan efisiensi energi, mobil uji ini diharapkan mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km.

Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat

Kolaborasi dengan Factorial Energy, yang dimulai pada tahun 2021, telah mencapai tonggak penting dengan pengiriman sampel baterai padat lithium metal pertama ke OEM global. Dengan dukungan teknologi Formula 1 dan inovasi terdepan, Mercedes-Benz siap memimpin revolusi baterai padat dan membawa mobilitas listrik ke level berikutnya. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru