Anggaran MBG akan Capai Rp 1 Triliun Per Bulan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama ramadan.

Dadan, menargetkan jumlah penerima manfaat program MBG akan mencapai lebih dari 3 juta orang dalam dua minggu ke depan.

Baca juga: Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 726 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani lebih dari 2,5 juta penerima manfaat, dengan persiapan verifikasi tambahan 300 SPPG untuk memperluas cakupan layanan.

"Jadi sekarang sudah ada 726 SPPG yang melayani lebih dari 2 juta, 2,50 juta tadi datanya. Dan kami sedang mempersiapkan memverifikasi sejumlah 300 (SPPG). Sehingga dua minggu lagi mungkin kita sudah akan melayani lebih dari 3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia," ujar Dadan di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, kemarin.

Dadan menjelaskan untuk mencukupi kebutuhan 3 juta penerima manfaat, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 triliun per bulan.

 

Lauk Saat Ramadan

 Lauk yang dipilih oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG saat Ramadan juga disesuaikan, yakni jenis-jenis makanan yang tahan lama.

"Misalnya susu, telur, buah, kurma, kemudian kue kering. Kami hari ini mencoba sayur-sayuran yang bisa tahan 12 jam. Nantinya disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah, tergantung dengan bahan baku yang ada," kata Dadan saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (3/3/2025).

Dadan menambahkan, selama bulan ramadan ini, para SPPG akan membagikan MBG setelah pulang sekolah. Makanan ini diharapkan bisa dikonsumsi siswa saat berbuka puasa.

"Kantongnya besoknya dibawa lagi untuk ditukar dengan kantong yang (ada) isi, sehingga tidak menimbulkan sampah," ujar Dadan.

Baca juga: MBG atau Lapangan Kerja? Ikan atau Pancing

 

Utamakan Ayam dan Telur

Ke depannya, BGN akan lebih mengutamakan ayam dan telur sebagai menu makanan untuk MBG. Selain sebagai pilihan menu yang baik untuk gizi anak, ayam dan telur juga menjadi menu makanan yang sulit diakses bagi banyak masyarakat.

"Hanya 30 persen penduduk Indonesia yang mampu beli telur dan ayam," katanya.

Selain itu, lanjut Dadan, ini juga bisa membantu para peternak ayam dan telur dalam menghabiskan persediaan. Pasalnya, beberapa waktu lalu para peternak mengeluh karena persediaan mereka terlalu banyak dan sulit untuk diserap pasar.

Baca juga: Menteri Bappenas, Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Pekerjaan

BGN memiliki target bahwa di tahun ini sasaran penerima MBG akan menyentuh angka 82,9 juta. Diperkirakan, target ini bisa tercapai di bulan November mendatang.

 

Dibutuhkan 82,9 juta Butir Telur

"Kalau sudah 82,9 juta berjalan dan badan gizi menetapkan satu hari satu telur, maka dibutuhkan 82,9 juta butir telur kan. Itu misal satu kilonya 16 butir, maka butuh 5 juta ton telur per sekali makan," tutur Dadan.

"Kami harus meng-sinkronisasi kebutuhan kami yang terus meningkat dengan rantai pasoknya. Mungkin saat ini telur lebih, ayam lebih, tapi kalau tidak dipersiapkan pasti suatu saat akan kekurangan," tutupnya. n jk/ec/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru