SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hari kedua puasa tahun ini, saya sempat berdiskusi dengan anak saya yang masih kelas 5 SD Al Falah Surabaya.
Diskusi bermula saat anak saya ngantuk tidak mau ikut makan sahur. Ia tahu bahwa sahur adalah ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Bukan diwajibkan. Sebagai orangtua, saya tercenggang. Tapi segera sadar bahwa anak saya sekolah di Yayasan agama Islam.
Baca juga: Umrah Awal Tahun
Pemahaman saya, sahur dapat membuat tubuh lebih bertenaga dan memberikan berkah.
Sahur juga penting untuk mendapatkan kekuatan menahan lapar seharian.
Meskipun diperintahkan oleh Rasulullah, namun perintah makan sahur ini tidak diwajibkan.
Jadi jika memungkinkan, sebaiknya tetap menjalankan sahur meskipun dengan makanan atau minuman sederhana.
Setelah berdiskusi dengan anak saya, baru tambah ilmu agama bahwa makan sahur bukan rukun puasa yang wajib untuk dilakukan. Meski demikian, sahur merupakan salah satu kegiatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena menyimpan sejumlah keutamaan.
Sejak itu, saya juga disadarkan sahur hukumnya sunnah, bukan wajib. Sahur merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Alasan Sahur Sunnah
Sahur tidak wajib karena Nabi SAW pernah meninggalkannya puasa tetap sah karena tidak sempat sahur.
Saya makin tahu keutamaan Sahur. Sahur dapat membuat kita lebih berenergi saat berpuasa di siang hari
Baca juga: Petani itu Berpahala Besar
Sahur dapat membantu kita menjalankan aktivitas di siang hari dengan baik
Waktu Sahur.
Waktu sahur yang dianjurkan Rasulullah adalah dimulai dari pertengahan malam sampai waktu fajar. Dan
batas akhir sahur adalah saat terbitnya fajar shadiq, yaitu saat azan Subuh dikumandangkan.
Ada anjuran, sebaiknya makan sahur sudah selesai kurang lebih 15 menit sebelum fajar .
Niat Sahur, Dalam Islam, setiap ibadah harus disertai dengan niat yang jelas
Baca juga: Hakim tak Adil, Hakim Zalim
Sebagian ulama berpendapat bahwa niat cukup dihadirkan dalam hati. Tapi sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk melafalkan niat makan sahur.
Nawaitu as-shauma ghadin 'an adaa'i fardi syahri ramadhana hadzihil lailati lillaahi ta'aala. “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan ini karena Allah ta'ala". (dnaputri@gmail.com)
Oleh:
Hj. Lordna Putri
Editor : Moch Ilham