SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Bulan Ramadhan yang menjadi berkah bagi sejumlah UMKM justru tidak bagi perajin kaligrafi berbahan kayu jati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mayoritas perajin tersebut mengeluhkan sepinya pembeli.
Menurut Achmad Nur Aminin, perajin kaligrafi di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, mengungkap bahkan, mereka bahkan memilih menghabiskan stok lama yang belum laku terjual dibandingkan harus membuat kreasi kaligrafi baru. Hal itu untuk meminimalisir kerugian dan waktu akibat produksi.
Baca juga: Selama Bulan Ramadhan, ASN di Ponorogo Dapat Pengurangan Jam Kerja
"Pesanan kaligrafi menurun drastis Ramadhan tahun ini. Sementara berhenti produksi dulu menunggu orderan masuk dan menghabiskan stok lama," ungkapnya, Senin (10/03/2025).
Lanjut Aminin, padahal pada 10 hari pertama Ramadhan 2024, kurang lebih 15 hiasan kaligrafi telah terjual. Sedangkan pada 2025 ini, belum ada pembeli sama sekali.
"Sementara ini melayani pesanan meja dan kursi tamu, sambil menunggu pembeli kaligrafi saat Ramadhan," jelasnya.
Baca juga: Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban
Senada, Sutrisno, salah satu perajin kaligrafi di Bojonegoro juga mengeluhkan hal yang sama, karena sejak November 2024 hingga Ramadhan tahun ini belum ada pembeli kaligrafi.
Padahal, pada Ramadhan tahun lalu penjualan kaligrafi meningkat 200 persen dibandingkan hari biasa, dengan harga paling murah Rp 4 juta dan yang mahal Rp 50 juta.
"Ramadhan tahun ini sepi pembeli kaligrafi, Ramadhan tahun kemarin bisa untung bersih sekitar Rp 300 juta," terangnya.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan
Biasanya para pembeli datang dari Makassar, Madura, Bali, Jakarta, Surabaya dan daerah lainnya. Sedangkan untuk harga kaligrafi berbahan kayu jati bervariatif, tergantung ukuran dan kerumitannya.
Para perajin kaligrafi berharap bulan Ramadhan tahun ini dapat memberikan berkah dan untung yang sama seperti tahun sebelumnya. Karena lesunya minat pembeli membuat perajin frustasi. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu