SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Di sejumlah pasar tradisional banyak para penjual janur dadakan sudah mulai memenuhi lapak menjelang bulan Ramadhan di Bojonegoro, sekaligus untuk menyambut malam Nisfu Syaban yang akan jatuh tanggal 2 Februari nanti.
Tampak terlihat di salah satu di Pasar Kliwon Desa Sumberejo, tumpukan janur kelapa hingga cangkang ketupat sudah ramai dijajakan. Pasanya, bagi warga Bojonegoro, menyajikan lontong dan ketupat di malam Nisfu Syaban bukan sekadar menyajikan menu makanan. Tetapi juga merupakan simbol keguyuban dan syukur yang diwariskan secara turun-temurun.
Tak heran, permintaan janur pun melonjak drastis. Tentu saja, tradisi ini membawa angin segar dan berkah bagi para pedagang musiman. Bahkan sebagian besar pasokan janur didatangkan langsung dari wilayah Lumajang untuk memenuhi kebutuhan warga Bojonegoro.
"Alhamdulillah pasar ramai apalagi menjelang Nisfu Syaban dan Ramadan, ini sudah pada ramai warga beli janur dan ketupat untuk megengan," ucap Yati, salah satu pedagang janur di Pasar Sumberejo, Senin (02/02/2026).
Selain itu, Mualimah, seorang penjual sekaligus pembuat cangkang ketupat, menuturkan, harga janur dan cangkang ketupat yang ditawarkan sangat terjangkau bagi kantong emak emak rumah tangga, untuk janur mentah Rp 3 ribu per ikat (10 lembar) dan untuk cangkang ketupat dibanderol Rp 5 ribu per ikat (isi 10 buah).
"Alhamdulillah sudah banyak yang beli hari ini," ujar Muslimah.
Sehingga, dengan harga yang ekonomis ini menjadi alasan warga tetap memilih untuk membeli daripada membuat sendiri. Diketahui, untuk tradisi kupatan sendiri di Bojonegoro akan digelar pada Senin malam, warga akan berkumpul di masjid hingga musala kampung mereka untuk berdoa dan bermunajat memohon ampunan kepada Allah dan saling bermaafan kepada sesama Muslim dengan diakhiri makan ketupat bersama. bj-01/dsy
Editor : Redaksi