SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memprioritaskan upaya peningkatan hasil panen, terutama di Jawa Timur melalui program Listrik Masuk Sawah (LMS). Pasalnya, Kabupaten Jombang dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.
Melalui program prioritas tersebut, Bupati Jombang, Warsubi, menargetkan peningkatan jumlah panen menjadi tiga kali dalam setahun. Lantaran, selama ini, petani di Kecamatan Megaluh, Plandaan, dan Ploso hanya bisa melakukan panen dua kali dalam setahun, khususnya saat musim hujan.
Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani
“Program ini bertujuan untuk mempercepat pemasangan jaringan listrik di area persawahan guna mendukung sistem irigasi modern berbasis pompanisasi,” ujarnya pada Selasa (25/03/2025).
Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025
Lebih lanjut, penggunaan listrik untuk operasional pertanian terbukti lebih hemat dibandingkan dengan bahan bakar minyak atau gas. "Kami menargetkan panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun dengan dukungan listrik masuk sawah. Koordinasi dengan Kementerian Pertanian sudah kami lakukan," ungkapnya.
Saat ini, produksi padi di Jawa Timur mencapai sembilan juta ton per tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 11 juta ton, dengan Jombang dan Jember sebagai daerah prioritas peningkatan produksi.
Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp96 Miliar, Fokuskan Perbaikan Jalan 2026
Selain mendukung sektor pertanian, program ini juga diharapkan mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Jombang. "Kami telah mendapatkan arahan dari Kementan mengenai pentingnya mekanisasi pertanian dengan sumber energi yang lebih murah dan mudah diakses. Oleh karena itu, program listrik masuk sawah terus kami dorong," kata Warsubi. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu