Bulog Catat Rekor Serapan Gabah di Jatim, Capai 270.000 Ton

surabayapagi.com
Bulog Jatim telah menyerap sebanyak 270.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 135.000 ton beras. SP/ NI

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan penyerapan gabah dan beras petani.

Berdasarkan data terbaru, hingga hari ini, Bulog Jatim telah menyerap sebanyak 270.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 135.000 ton beras, menjadikannya wilayah dengan penyerapan tertinggi di Indonesia.

Baca juga: Aksi Nyata Swasembada Pangan, Produksi Padi di Malang Surplus 80 Ribu Ton

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim, Langgeng Wisnu, mengungkapkan berdasarkan data time series serapan gabah dan beras dari Januari hingga Maret 2025, pencapaian ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

"Saat ini, di wilayah Jawa Timur yang sedang berlangsung panen raya. Karena itu, melalui 13 Kantor Cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, kami tetap komitmen penyerapan gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp. 6.500 per kg," kata Langgeng, pada Kamis (27/03/2025).

Menurut Langgeng, serapan Bulog Jawa Timur mencapai 12.000 ton GKP per hari atau 6.000 ton setara beras. Selain itu, guna menghindari penumpukan gabah yang belum dikeringkan dan potensi kerusakan, Bulog Jatim mengoptimalkan fasilitas pengeringan dan pengolahan yang dimiliki sendiri serta menambah jumlah mitra makloon pengolahan yang ada di wilayah Jawa Timur.

Baca juga: Swasembada Pangan Jadi Bukti Sinergi Pusat dan Daerah, Wali Kota Mojokerto Sampaikan Terima Kasih

"Sebelumnya ada 54 mitra menjadi 101 mitra untuk menghindari adanya potensi kerusakan akibat penumpukan gabah hasil panen yang belum dikeringkan," tambahnya.

Di sisi lain, sebagai upaya mempercepat penyerapan, Bulog Jatim juga melakukan penyegaran kepemimpinan di tiga kantor cabang, yakni Kediri, Madiun, dan Tulungagung.

Baca juga: Lamongan Berkontribusi Tercapainya Swasembada Pangan Nasional 2025

Humas Bulog, Andrew Ramadhan, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan gabah di tiga wilayah tersebut.

"Benar ada penyegaran di tiga cabang tersebut, Perubahan kepemimpinan Cabang ini dalam rangka penyegaran personil dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja penyerapan di 3 wilayah operasi Kantor Cabang tersebut," pungkas Andrew.

Kendati demikian, dengan berbagai upaya ini, Bulog Jatim optimistis dapat menjaga ketahanan pangan serta memberikan jaminan harga yang menguntungkan bagi para petani di Jawa Timur. lni

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru