SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Syawal menandakan kehidupan baru dan pembaruan setelah sebulan pembersihan spiritual. Dianggap sebagai periode transformatif bagi umat Islam, bulan ini menyediakan banyak kesempatan untuk meneruskan kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan ke Syawal.
Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan dinanti oleh umat Islam, tidak hanya karena adanya perayaan Idulfitri dalam bulan tersebut, tetapi juga karena adanya kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal.
Baca juga: Ramadhan Sebagai Taman Surga
Puasa ini adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah Ramadan.
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari, mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal, dan pada tahun 2025, puasa ini bisa dimulai pada tanggal 1 hingga 6 April. Meskipun lebih utama jika dilakukan berturut-turut, puasa ini tetap sah dan mendapat pahala yang sama meskipun dilaksanakan terpisah sepanjang bulan Syawal.
Kita dianjurkan puasa Syawal. Puasa ini dapat dilakukan selama enam hari berturut-turut setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu dari 2 hingga 7 Syawal.
Sebagian ulama lainnya juga menyebutkan bahwa puasa Syawal dapat dilakukan pada pertengahan bulan, yaitu dengan menggabungkannya dengan puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah).
Puasa Syawal dapat dilakukan mulai 1-28 April 2025, sementara puasa Ayyamul Bidh jatuh pada 12-14 April 2025.
Pertama, umat Islam dapat memilih untuk menjalani puasa enam hari berturut-turut. Kedua, mereka juga bisa melaksanakan puasa tersebut secara terpisah-pisah, menyesuaikan dengan jadwal dan kesibukan individu masing-masing.
Kamu bisa menjalankan puasa Syawal kapan saja selama bulan Syawal, kecuali pada hari pertama Idulfitri.
Baca juga: Bulan Syaban
Merujuk pada laman Kementerian Agama, sejumlah ulama menyatakan, tidak masalah jika seorang muslim tidak bisa puasa 6 hari di bulan Syawal. Namun, hal itu setidaknya diikuti dengan niat mengqada atau menggantinya di bulan lain.
Hadis sahih Muslim menyebutkan bahwa orang yang berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan mendapatkan pahala seperti puasa selama satu tahun penuh. Melanjutkan ibadah setelah Ramadhan, seperti puasa Syawal, merupakan tanda bahwa ibadah Ramadhan diterima.
Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan dinanti oleh umat Islam, tidak hanya karena adanya perayaan Idulfitri dalam bulan tersebut tetapi juga karena adanya kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal. Puasa ini adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah Ramadan.
Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan yang sangat bermanfaat, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim).
Selain itu, puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Setiap ibadah yang dilakukan pasti ada kekurangannya, baik karena kelalaian atau kekhilafan.
Baca juga: Orang Pintar Korupsi
Puasa Syawal menjadi kesempatan bagi kita untuk menutupi kekurangan tersebut dan menyempurnakan amal ibadah yang telah kita lakukan selama Ramadan. Dengan demikian, puasa ini bukan hanya soal menambah amal ibadah, tetapi juga memperbaiki kualitas ibadah yang sudah dilaksanakan. Subhanallah. (dnaputri@gmail.com)
Oleh:
Hj Lordna Putri
Editor : Moch Ilham