SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kota Mojokerto masih tergolong wajar di bawah angka nasional dan provinsi.
Baca juga: Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa
Namun ada tiga bahan pokok yang terus dipantau yaitu cabai rawit sebesar -0.5724 persen, telur ayam ras -0.3497 persen dan daging ayam ras -0.3122 persen.
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan, minggu kedua bulan April 2025, IPH Kota Mojokerto sebesar -0,74 persen. Sedangkan untuk acuan IPH Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar -0,61 persen.
"Artinya kita masih berada di bawah garis inflasi atau dibawah garis ambang batas perubahan harga IPH," jelas Walikota usai mengikuti rapat pembahasan langkah konkret Pengendalian inflasi tahun 2025 di Command Center, Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (14/4/2025).
Ning Ita mengatakan, Kota Mojokerto tidak termasuk daerah yang dipantau oleh Badan Pusat Statistik (BPS), meski begitu Kota Mojokerto hanya melakukan pemantauan pergerakan harga melalui pengumpulan data IPH.
"Kota Mojokerto tidak masuk dalam pengukuran inflasi tapi diukur IPH nya. IPH berfungsi untuk mengukur perubahan harga 20 komoditas pangan yang memiliki bobot besar dalam IPH," pungkasnya.
Baca juga: Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional
20 komoditas yang termasuk dalam penghitungan IPH tersebut adalah beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabe merah, cabe rawit, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, daging sapi, tepung terigu, pisang, dan jeruk. Dwi
Baca juga: 12.149 Pekerja Rentan Dilindungi Jaminan Ketenagakerjaan oleh Pemkot Mojokerto
Editor : Redaksi