SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Buruknya Drainase perkotaan menunjukkan kinerja Dinas PUPR serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Petmukiman kurang baik. Sudah waktunya Bupati Sampang H.Slamet Junaidi mengevaluasi kinerja kedua Dinas tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Dani Febriansyah selaku Pemerhati Lingkungan,ia mengatakan bahwa saluran drainase sangat buruk dikota Sampang ketika hujan deras yang terjadi pada pada Selasa (15/4/2024) menyebabkan jalan utama seperti jalan Wijaya Kusuma Kota Sampang Banjir.
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi, Banjir juga terjadi di perumahan Permata Selong, Selong Permai dan Barisan Indah.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
Dengan ketinggian banjir di jalan-jalan utama tiga perumahan tersebut sekitar 20-30 cm. Walau tidak tinggi, banjir akibat hujan deras diperkirakan sangat mengganggu aktifitas warga. Bahkan, warga di jalan Wijaya Kusuma yang bersebelahan dengan Pendopo Bupati mengeluh karena kasur yang ditempatkan di lantai terendah air karena tidak sempat dinaikkan.
Menurut, Wanto salah satu warga kota Sampang, di perkotaan Sampang tidak hanya disebabkan hujan yang sangat deras, tetapi juga disebabkan Drainase yang buruk. "Sehingga air tidak bisa segera mengalir. Tolong, Dinas terkait jangan cuma bisa membangun sedangkan pemeliharaan kurang," pinta Wanto, Rabu (16/4/2025).
Baca juga: Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai di 4 Lokasi Berbeda
Wanto menuturkan warga Sampang masih bersyukur banjir hari Selasa tidak bersamaan dengan hujan deras di daerah Sampang Utara.
"Jika bersamaan dimungkinkan Sampang akan mengalami Banjir seperti tahun 2001 atau 2013," ungkapnya. gan
Editor : Moch Ilham