SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Aktivitas warga di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan sempat terkendala dan mandek usai jalan beraspal di tempat tersebut retak parah akibat pergerakan tanah.
Beruntungnya, BPBD Pamekasan bersama Dinas PUPR bergerak cepat melakukan penanganan sementara agar jalan kembali bisa difungsikan dengan menutup lubang retakan tersebut menggunakan agregat, sejak kemarin.
Baca juga: Ngobrol Infrastuktur, di Wilayah Gresik Masih Ada 19,75 km Jalan Rusak Berat
"Lubang ini akan kita selesaikan hari ini juga dengan treatment mengecor dengan penulangan, kami sudah mendatangkan satuan tugas penanganan konstruksi mudah-mudahan penanganan penutupan gorong-gorong dengan beton bertulang ini, dapat diselenggarakan secepat-cepatnya. Kita normalkan kembali meski belum 100 persen, 75 persen jalan sudah bisa dilalui pengendara," ujar Kepala Dinas PUPR Pamekasan Amin Jabir, Senin (19/05/2025).
Baca juga: Kerusakan hampir 300 Kilometer, Pemkab Trenggalek Targetkan Kemantapan Jalan 70 Persen di 2026
Sebelumnya, warga Desa Ambender dikejutkan dengan munculnya retakan di sepanjang jalan utama desa, Sabtu (17/05/2025) sore. Retakan membentang hingga 50 meter dan membuat akses warga terganggu.
Diketahui sebelumnya, dalam video yang beredar, terekam jalan beraspal mulai retak retak, usai dilanda hujan. Terlihat di tengah jalan beraspal yang mengalami retakan juga dipasangi tanda dari ranting oleh warga.
Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp96 Miliar, Fokuskan Perbaikan Jalan 2026
Kerusakan jalan tergolong parah. Bahkan pengendara yang melintas diminta untuk ekstra hati-hati. Diduga, jalan retak usai hujan deras melanda daerah tersebut sehingga terjadi pergeseran tanah dan mengakibatkan fasilitas umum jalan beraspal mulai retak. pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu