Jalanan Retak Gegara Tanah Bergerak di Pamekasan Mulai Diperbaiki

surabayapagi.com
Tangkapan layar. BPBD Pamekasan bersama Dinas PUPR.gerak cepat memperbaiki jalan beraspal di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, yang sempat retak parah. SP/ PMK

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Aktivitas warga di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan sempat terkendala dan mandek usai jalan beraspal di tempat tersebut retak parah akibat pergerakan tanah.

Beruntungnya, BPBD Pamekasan bersama Dinas PUPR bergerak cepat melakukan penanganan sementara agar jalan kembali bisa difungsikan dengan menutup lubang retakan tersebut menggunakan agregat, sejak kemarin.

Baca juga: Gunakan Program Inpres, Pemkab Tulungagung Usulkan Perbaikan Tiga Ruas Jalan Sekitar 60 Kilometer

"Lubang ini akan kita selesaikan hari ini juga dengan treatment mengecor dengan penulangan, kami sudah mendatangkan satuan tugas penanganan konstruksi mudah-mudahan penanganan penutupan gorong-gorong dengan beton bertulang ini, dapat diselenggarakan secepat-cepatnya. Kita normalkan kembali meski belum 100 persen, 75 persen jalan sudah bisa dilalui pengendara," ujar Kepala Dinas PUPR Pamekasan Amin Jabir, Senin (19/05/2025).

Baca juga: Harga Aspal Melonjak 20 Persen, Pemkab Ponorogo Bakal Pangkas Target Perbaikan Jalan

Sebelumnya, warga Desa Ambender dikejutkan dengan munculnya retakan di sepanjang jalan utama desa, Sabtu (17/05/2025) sore. Retakan membentang hingga 50 meter dan membuat akses warga terganggu.

Diketahui sebelumnya, dalam video yang beredar, terekam jalan beraspal mulai retak retak, usai dilanda hujan. Terlihat di tengah jalan beraspal yang mengalami retakan juga dipasangi tanda dari ranting oleh warga.

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, DPUPR Probolinggo Percepat Tambal Sulam Jalan

Kerusakan jalan tergolong parah. Bahkan pengendara yang melintas diminta untuk ekstra hati-hati. Diduga, jalan retak usai hujan deras melanda daerah tersebut sehingga terjadi pergeseran tanah dan mengakibatkan fasilitas umum jalan beraspal mulai retak. pm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru