Pemprov Jatim Berdayakan 140 Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Lewat Program KIP Putri Jawara

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur (KIP Putri Jawara).

Di Surabaya, sebanyak 140 perempuan pelaku usaha dari wilayah Kali Rungkut, Gunung Anyar, Penjaringan Sari, Medokan Ayu, dan Kedung Baruk menerima bantuan modal usaha senilai Rp3 juta serta pendampingan intensif.

Baca juga: Puasa Pertama, Gubernur Khofifah Sidak Sembako Pasar Larangan Sidoarjo Harga Dinamis

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening penerima tanpa potongan biaya melalui kerja sama dengan Bank Jatim.

Penyerahan bantuan secara simbolis untuk wilayah Kecamatan Kali Rungkut berlangsung pada Rabu (4/6/2025), dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, dan perwakilan dari Dinsos Jatim.

Cahyo mengapresiasi program ini sebagai langkah konkret Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam mendorong keadilan ekonomi dan pemberdayaan perempuan.

“Program Putri Jawara merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, korban KDRT, pengampu disabilitas dan lansia, serta yang memiliki anak dengan kondisi stunting,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim untuk lima tahun ke depan.

Baca juga: Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

“Ini bukan sekadar bantuan tunai, tapi bentuk intervensi jangka panjang. Ada pendampingan intensif selama enam bulan agar pelaku usaha bisa naik kelas dan bersaing lebih kuat,” tambahnya.

Pekerja Sosial Ahli Madya Dinsos Jatim, Wiwik Wuryani, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan ketat mulai dari tingkat kelurahan. Ia menekankan bahwa penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga pendampingan menyeluruh.

“Tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan keluarga. Para pendamping juga mendapat dukungan anggaran Rp500.000 per bulan untuk memastikan efektivitas program,” ujar Wiwik.

Baca juga: Wujudkan Indonesia ASRI, Gubernur Khofifah Canangkan Bebas Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah

Salah satu penerima manfaat, Diah Indarti, warga Penjaringan Sari yang telah menjalankan usaha warung kopi selama 10 tahun, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Baru kali ini saya mendapat bantuan modal usaha. Semoga bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Program KIP Putri Jawara menjadi salah satu bentuk nyata dari perhatian Pemprov Jatim terhadap kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru