SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Pemerintah akan meluncurkan Koperasi Merah Putih (KMP) Juli 2025 mendatang.
Ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Koperasi Merah Putih (KMP).
Baca juga: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih Ponorogo Ditargetkan Rampung Maret 2026
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memberikan support penuh hadirnya Koperasi Merah Putih (KMP). Kehadiran Koperasi Merah Putih dapat meningkat usaha micro dan UMKM di Kota Pahlawan.
Arif Fathoni menyampaikan progam nasional pembentukan Koperasi Merah Putih tersebut, merupakan salah satu progam prioritas Presiden Prabowo bersama dengan ketahanan pangan dan juga sekolah rakyat.
"Presiden Prabowo memiliki latar belakang dan pemahaman pertahanan dan keamanan yang paripurna. Presiden tentu sangat berharap tiga progam prioritas ini disambut oleh pemerintah daerah. Salah satunya Surabaya," kata Arif Fathoni, Kamis (29/5).
Arif Fathoni menyampaikan, hadirnya Koperasi Merah Putih ini, diharapkan bisa menjadi salah satu instrumen pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya.Sebab, Koperasi dengan prinsip sebagai lembaga usaha dari, oleh, dan untuk anggota, alokasi dana dari pemerintah pusat diyakini mampu meningkatkan kelas ekonomi masyarakat kecil, terutama yang berada di lingkup mikro dan informal.
"Koperasi itu juga dari soko guru ekonomi. Jadi ada perekonomian macro dan micro. Dan yang micro ini salah satunya melalui pembentukan Koperasi Merah Putih," ungkap Arif Fathoni.
Arif Fathoni melanjutkan, hadirnya Koperasi Merah Putih ini diharapkan satu visi dengan pembangunan Pemkot Surabaya. Salah satunya yakni progam kampung Madani yang ada gotong royong peningkatan di bidang ekonomi.
Arif Fathoni berharap, Koperasi Merah Putih nantinya bergerak pada lini-lini yang menjadi permintaan masyarakat sehari-sehari.
Ia mencotohkan, jika Koperasi Merah Putih di Kecamatan Wonocolo, bisa menjadi pangakalan resmi gas elpiji. Nantinya mereka bisa berkolaborasi dengan toko-toko rumah tangga disekitarnya. Sehingga distribusi menjadi efisien.
"Sehingga mengambilnya tidak jauh-jauh. Ketika jika bisa memotong biaya distribusi. Otomatis, maka harga di masyarakat tidak lebih tinggi," ujar Arif Fathoni.
Baca juga: Keris Nusantara Kian Mendunia, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Gelar Pusaka Brojo Wahni
Lebih lanjut, Arif Fathoni mengingatkan adanya difrensi antar wilayah. Sehingga tidak semuanya akan sama disesuaikan dengan karakteristik warga Kota Surabaya.
"Karena apa, karakteristik warga Kota Surabaya berbeda-beda. Geografisnya juga berbeda-beda. Maka harus dimasukkan dengan kaerifan lokal masing-masing wilayah agar lebih efektif," lanjut Arif Fathoni.
Dengan begitu, progam yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mengerahkan ekonomi masyarakat melalui KMP dapat tercapai. Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membangun kampung Madani di sejumlah wilayah Kota Surabaya dapat terlaksana.
"Saya juga berharap Dinas Koperasi dan Perdagangan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala. Jangan sampai hanya dibentuk dan diawasi setahun sekali dalam rapat anggota tahunan (RAT)," ungkap Arif Fathoni.
Sementara itu, Arif Fathoni juga menegaskan perlunya ada upgrade skill kepada seluruh pengurus koperasi secara berkala. Sehingga mereka bisa menangkap pontesi dan peluang usaha yang bisa dikembangkan untuk menunjang kesejahteraan anggota dan warga masyarakat.
"Jangan hanya datang satu tahun sekali pada rapat tahunan," tegas Arif Fathoni.
Baca juga: Parawisata Jadi Ujung Tombang Dongkrak PAD di Akhir Tahun, Ketua Komisi A: Aset Ada, Terobosan Minim
Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di Kota Pahlawan nantinya, Arif Fathoni berharap agar tidak saling mematikan dengan koperasi yang sebelumnya sudah ada.
"Tugas pemerintah kota mengkolaborasikan. Sehingga tidak mematikan satu sama lain. Justru progam pemerintah ini bisa menunjang cita-cita besar tentang Koperasi Soko Guru Ekonomi," tandas Arif Fathoni.
Sementara, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Reza Fahreddy mengatakan sementara ini sudah ada 90 Kelurahan yang sudah membentuk anggota Koperasi Merah Putih di Surabaya. Koperasi Merah Putih yang terbentuk di 90 kelurahan itu masing-masing telah memiliki 15-25 orang per koperasi.
Ia menargetkan, pembentukan Koperasi Merah Putih Kelurahan di Surabaya tuntas pada 28 Mei 2025. Dirinya berharap, Koperasi Merah Putih bisa menggerakkan perekonomian di seluruh kelurahan di Surabaya. Karena menurutnya, banyak potensi unit usaha yang digerakkan oleh pemerintah dan warga.
“Harapannya bisa menjadi penggerak ekonomi warga di kelurahan tersebut, seperti toko sembako, UMKM, Padat Karya yang digagas Pak Wali Kota (Eri Cahyadi). Nah, itu nanti akan menjadi unit usaha koperasi,” harapnya. Alq
Editor : Moch Ilham